batampos.co.id – Jajaran Polresta Barelang menangani dua mayat lelaki yang ditemukan mengambang di perairan pulau Setokok, Jembatan III Barelang dan perairan Belakangpadang pada akhir pekan lalu.
Dua jenazah yang sedang didalami tim medis rumah sakit Bhayangkara Polda Kepri itu ternyata dua sahabat.
Keduanya bekerja sebagai penambang pasir darat di sekitaran Dam Tembesi. Keduanya diketahui bernama Doyo dan Melki yang merupakan warga pulau di dekat Jembatan III.
Informasi yang didapat, kematian dua korban ini saling berkaitan. Keduanya diduga hanyut saat sedang nyebrang ke salah satu pulau di Barelang.
Sebelum menghilang dan ditemukan meninggal, keduanya diinformasikan meneguk minuman beralkohol.
Sehingga kuat dugaan tenggelam karena terpengaruh minuman beralkohol. Saat hanyut keduanya terpisah dibawa arus. Satu ke Jembatan III, satu lain ke arah perairan Belakangpadang.

Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, yang sempat menangani jenazah Doyo tak menampik informasi tersebut.
Bahkan satu saksi kunci kematian dua korban sudah diketahui. Saksi ini teman kedua korban yang sama-sama berada di pulau sebelum kedua korban ditemukan meninggal.
“Tapi teman kedua korban tak tahu bagaimana keduanya hanyut. Katanya dia diantar pulang oleh Doyo dan setelah itu Doyo pergi sama korban yang ditemukan di Belakang Padang (Melki),” ujar Dalimunthe, Selasa (29/9/2019).
Kasus kematian dua pekerja tambang pasir darat ini terus didalami dan diselidiki. Penyelidikan ditangani oleh Satreskrim Polresta Barelang. Karena kejadian di dua wilayah hukum polsek yang berbeda.
“Sudah diambil alih Polres. Untuk penyebab pasti kematian dan lain sebagainya masih didalami Polres,” ujar Dalimunthe.
Sebelumnya jenazah Doyo ditemukan mengambang di dekat keramba ikan jembatan III Barelang, Kamis (24/9/2019).
Selanjutnya pada, Jumat (25/9/2019) jajaran Polsek Belakangpadang kembali menemukan jenazah Melki.
Saat ditemukan kondisi kedua korban sudah mulai membusuk dan diperkirakan sudah tiga sampai empat hari meninggal sebelum ditemukan.(eja)
