Selasa, 21 April 2026

Maknai Sumpah Pemuda, BaGI Gelar Indie Camp dan Dialog

Berita Terkait

batampos.co.id – Batam Green Initiative (BaGI), mengelar Indie Camp di area Pulau Buntal yang merupakan bekas penambangan pasir ilegal di Batubesar, Nongsa, Sabtu (26/10/2019).

Ketua Batam Green Initiative (BaGI), Aulia Ihsan, mengatakan, kegiatan itu dilakukan organisasinya untuk memperingati hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober.

“Selain Indie Camp kita juga mengelar dialog yang mengangkat tema Yang Muda Yang Bersumpah,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Icank itu mengatakan, Sumpah Pemuda dapat menjadi penyaring budaya-budaya negatif yang merasuki semangat berkarya dan berjuang pemuda khususnya di Batam.

“Agenda kami tidak hanya dialog, juga musikalisasi puisi, live musik serta mural,” ulasnya.

Icank berharap para pemuda tetap semangat dalam berkarya.

“Indie Camp ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan akbar BaGI pada Desember nanti,” jelasnya.

Anggota BaGI membuat mural pada acara Indie Camp untuk memaknai Sumpah Pemuda. Foto: Dokumentasi BaGI untuk batampos.co.id

Sementara itu Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Batam
Askarmin Harun, menilai, saat ini wadah kepemudaan di Batam jarang melibatkan KNPI dalam berkegiatan.

“Padahal kita sangat membuka diri, apalagi dalam hal kepemudaan,” ujar Askarmin.

Katanya, KNPI harus membuka ruang diskusi serta memfasilitasinya. Saat ini kata dia, sudah ada Forum Osis se-kota Batam. Namun bukan di bawah naungan KNPI.

“Kita di sana menjadi pembina. Pintu kita terbuka lebar untuk kawan-kawan organisasi atau komunitas di luar KNPI,” katanya lagi.

Pihaknya tetap menampung wacana berpikir kepemudaan di Batam. Sebab yang namanya pemuda tetap di bawah naungannya KNPI.

“Seperti kegiatan yang dibuat Batam Green Initiative (BaGI) ini,” jelasnya.

Para anggota BaGI mengelilingi api unggun pada acara Indie Camp untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Foto: Dokumentasi BaGI untuk batampos.co.id

Ia menilai BaGI sangat menyentuh.  Dimana di tengah kondisi saat ini, masih ada komunitas pemuda yang mau mengumpulkan anak muda lainnya untuk mencintai alam membangun maindset berpikir untuk merawat alam.

“Kalau ada kegiatan-kegiatan seperti ini saya wajib datang,” tegasnya.

Terpisah, Anggota DPRD Kota Batam, Thomas Arihta Sembiring, turut berkomentar mengenai pemaknaan Sumpah Pemuda.

Thomas menyebut, gerakan pemuda dalam konteks positif harus terus dilakukan agar semangat Sumpah Pemuda akan terus ada.

“Jangan gerakan Sumpah Pemuda dijadikan sebagai sarana ‘kultusisasi’ terhadap seseorang pula,” tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai, embrio hari Sumpah Pemuda sendiri hadir dalam rangka merebut kemerdekaan Indonesia.

“Jadi jangan terlalu kecil memaknai hari besar ini,” katanya.(*/esa)

Update