batampos.co.id – Kanwil DJBC Sulawesi Bagian Utara, Kanwil DJBC Maluku, dan Kanwil DJBC Khusus Papua mendukung pelabuhan Bitung sebagai Hub Internasional.
Dari rilis yang diterima batampos.co.id, General Manager PT Pelindo IV Terminal Petikemas Bitung, Mohammad Ayub, memaparkan, dukungan optimalisasi ekspor langsung dari Pelabuhan Hub Internasional Bitung dan Kesiapan Pelabuhan Hub Internasional Bitung dalam menyelenggarakan ekspor langsung.
Dalam koordinasi dengan PT Pelindo IV Terminal Petikemas Bitung disampaikan perlunya kapal yang berfungsi sebagai feeder (pengumpan) yang berasal dari wilayah Papua dan Maluku menuju ke Pelabuhan Bitung.
Kapal tersebut membawa muatan berupa barang-barang yang akan diekspor dan barang-barang tersebut akan dikumpulkan terlebih dahulu di Pelabuhan Bitung yang kemudian berangkat ekspor dari Bitung sebagai last port.
PT Pelindo IV Terminal Petikemas Bitung berkomitmen membantu terlaksananya Bitung sebagai Pelabuhan Hub Internasional. Di antaranya dengan penambahan kapasitas penimbunan container dan IT infrastruktur guna mewujudkan reservasi dan monitoring layanan Terminal Petikemas yang efektif dan efisien.
Kapasitas penimbunan kontainer berdasarkan skenario pengembangan jangka panjang (2025 – 2034) akan ditingkatkan menjadi 2.500.000 Teus per tahun guna mendukung Pelabuhan Bitung sebagai Pelabuhan Hub Internasional.
Kemudahan IT infrastruktur di pelabuhan berupa penerapan TPK online yang memungkinkan pengguna jasa untuk melakukan reservasi dan monitoring pelayanan jasa TPK secara mandiri, dari manapun dan kapanpun menggunakan koneksi internet, dapat diakses menggunakan Komputer dan Smartphone.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Terminal Petikemas Bitung serta melihat langsung kondisi pelabuhan dengan menggunakan kapal patroli Bea Cukai Bitung.
Kemudian, bertempat di Kantor Bea Cukai Bitung, dilakukan Focus Group Discussion (FGD) tiga kantor wilayah di mana masing-masing kantor wilayah menyampaikan dukungan dan komitmen serta menyampaikan potensi-potensi daerah masing-masing yang akan mendukung optimalisasi kespor langsung dari Pelabuhan Bitung.
Dalam kegiatan FGD tersebut, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara, Cerah Bangun, mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya sebagai formalitas saja, tetapi lebih dari itu.
Yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Sulawesi Utara dan juga memberikan pengaruh perdagangan yang efisien. Sehingga dapat meningkatkan daya saing produk dalam negeri.
“Dengan adanya Bitung sebagai Pelabuhan Hub Internasional, diharapkan dapat mengurangi biaya logistik,” ujarnya.
Cerah juga menyampaikan terima kasih kepada Bea Cukai Bitung beserta Tim Direct Call Sulbagtara atas upaya yang telah dilakukan untuk mewujudkan Ekspor Langsung dari Pelabuhan Hub Internasional Bitung.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Maluku, Finari Manan, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah yang besar.
Kata dia, ini merupakan momen yang tepat. Karena pemerintah mendukung ekspor dan investasi di wilayah Indonesia Timur.

Sehingga pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia Timur dapat tumbuh dengan cepat dan tidak tertinggal dari wilayah Indonesia lainnya.
“Hal tersebut bukan lagi strategi masing-masing daerah, tetapi harus diwujudkan dengan sinergi bersama sesuai arahan Menteri Keuangan dalam Rapat Koordinasi,” jelasnya.
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Khusus Papua, Akhmad Rofiq memaparkan, potensi pada Indonesia Timur khususnya Papua begitu luar biasa.
Menurutnya, hasil tambang di Papua sangat luar biasa. Tidak hanya itu kekayaan perikanan yang melimpah, kayu, dan hasil bumi lainnya, harus dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah Indonesia Timur.
Sehingga mampu menambah devisa bagi negara.
“Perlu adanya efisiensi biaya serta waktu agar pengusaha lebih terbantu dan barang lebih cepat sampai pada tujuan,” jelasnya.
Oleh karena itu lanjutnya, dipandang perlu Pelabuhan Hub Internasional Bitung berfungsi sebagai pintu keluar dan masuk bagi barang-barang dari Indonesia Timur.
Kepala Kantor Bea Cukai Ternate, Musafak, menyampaikan, untuk mewujudkan ekspor langsung dari Bitung, perlu dilakukan koordinasi yang baik dengan pihak karantina agar tidak terjadi hambatan dalam pengiriman barang.
Kata dia, produk-produk yang berasal dari Ternate berupa buah-buahan, produk hewani, dan kayu.
“Saya berharap dengan terlaksananya Deklarasi Bersama ini dapat memberikan dukungan kepada importir, eksportir, dan forwarder untuk memanfaatkan Pelabuhan Bitung sebagai Pelabuhan Hub Internasional,” ujarnya.
“Serta dapat melakukan konsolidasi barang ekspor sehingga bisa mewujudkan Bitung sebagai Pelabuhan Hub Internasional.” pungkasnya.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Piagam Deklarasi Bersama oleh Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Bagian Utara, Kepala Kantor Wilayah DJBC Maluku, dan Kepala Kantor Wilayah DJBC Khusus Papua untuk bersama-sama berkomitmen dan berpartisipasi aktif dalam mendukung Optimalisasi Ekspor Langsung dari Pelabuhan Hub Internasional Bitung.(*)
