Rabu, 15 April 2026

Waduh, Baru Dibangun Sekolah Negeri di Sekupang Longsor

Berita Terkait

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Batam mengawasi pengerjaan proyek pembangunan sekolah yang tengah maupun akan dikerjakan.

Pasalnya, ada sekolah yang baru selesai dibangun yakni SMPN 57 Batam di Patam Lestari, Sekupang, longsor terkena hujan deras, akhir pekan lalu.

“Kemarin saya meninjau SMPN 57 Batam, jadi batu miring di belakang gedung runtuh, namun belum me-ngenai ruangan kelas,” kata Amsakar, Senin (28/10/2019).

Karena saat ini musim hujan, dikhawatirkan air masuk ke ruangan kelas dan dan mengganggu proses belajar mengajar.

Mengingat sekolah masih baru, ia meminta Disdik benar-benar mengawasi pembangunan. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali.

“Lagi diperbaiki. Kemarin katanya sudah menghubungi konsultan untuk segera dikerjakan. Walaupun batu miring, tapi itu tetap bagian dari gedung sekolah,” sebutnya.

Gedung baru SMP 57 Kota Batam. Gedung yang baru selesai dikerjakan pada awal tahun 2019 itu mengalami longsor saat hujan deras kemarin. Foto: Yulitavia/batampos.co.id

SMPN 57 Batam merupakan gedung baru yang selesai dikerjakan awal tahun ini. Pembangunan sedikit mengalami keterlambatan karena terlambat saat lelang.

“Biar lebih diawasi sehingga bangunan benar-benar sesuai dengan ketentuan. Jadi jangan kesannya terburu-buru dan bisa menimbulkan persoalan seperti yang longsor itu.”

Amsakar mengungkapkan, saat ini gedung sekolah juga digunakan untuk menumpang belajar siswa SMAN 24 yang tengah menunggu gedungnya selesai dibangun.

“Pagi SMPN dan siang sampai sore itu dipakai anak SMA 24 Batam. Sejauh ini tidak ada masalah, hanya persoalan longsor saja,” imbuh Amsakar.

Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, mengatakan, penyelesaian pembangunan sekolah baru masih terus berjalan.

Pihaknya memastikan pembangunan tidak mengalami keterlambatan.

“Tim di lapangan terus. Proyek diharapkan bisa berjalan dengan lancar hingga kontrak berakhir,” ujarnya.

Ia mengakui, beberapa pengerjaan terlambat karena faktor akses jalan hingga terlambat lelang.

Namun, hal itu semestinya tidak menjadi permasalahan. Kontraktor harusnya sudah paham akan kondisi akses menuju lokasi.

“Kalau terlambat lelang itu karena memang sistem. Jadi yang saat ini kami inginnya selesai tepat waktu,” ungkapnya.(yui)

Update