batampos.co.id – Memasuki akhir tahun 2019 jumlah kebutuhan tenaga kerja di Batam mengalami peningkatan, khususnya di bidang industri minyak dan gas (Migas).
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Batam, Rudi Sakyakirti, Selasa (29/10/2019) usai menghadiri Dialog bersama siswa SMAN 4 Batam.
“Lowongan banyak tapi untuk mereka yang memiliki keahlian. Bukan untuk tamatan SMA yang sekarang membanjiri Mukakuning,” kata dia.
Rudi mengakui ribuan pencari kerja yang ada saat ini tidak memiliki keahlian sesuai dengan kebutuhan saat ini.
Menurutnya kebutuhan tenaga teknis cukup banyak, hal ini berbanding terbalik dengan pencaker yang ada.
“yang ada saat ini unskill. Jadi tak bisa terserap dengan kebutuhan yang tersedia,” ujarnya.
Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan industri yang sedang berkembang ini, beberapa perusahaan berinisiatif menggelar pelatihan dengan perusahaan lain. Tujuannya untuk melahirkan SDM yang bisa mengisi kebutuhan.

“Seperti Nongsa Digital Park yang bekerjasama dengan Apple membuka seleksi untuk diberikan pelatiahan khusus IT,” jelasnya.
“Ini upaya perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan,” katanya lagi.
Sebanyak 100 peserta akan dilatih selama sembilan bulan. Ke depan peserta ini akan diberikan kesempatan bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang industri digital tersebut.
“Jadi bukan tak ada lowongan di sini. Banyak malah, tapi mereka butuh yang ada keahlian. Bukan sekelas operator, kalau itu memang iya belum banyak,” ungkapnya.
Persoalan inilah yang menjadi kendala saat ini. Banyak dari mereka yang datang ke Batam tidak punya keahlian yang dibutuhkan, hal ini membuat angka pencari kerja tinggi.
“Untuk welder saja susah mencarinya sedangan lowongan ada,” paparnya.
“Perusahaan lagi proses penerimaan semua. Ada Mc. Dermot, SMOE, bahkan Saipem di Karimun juga butuh ribuan pencari kerja yang punya keahlian. Ini yang krisis sekarang,” tambahnya.
Hal senada juga diutarakan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, kebutuhan tenaga ahli di Batam masih banyak.
Karena itu, ia mengajak anak-anak milenial untuk cerdas dan cermat memilih jurusan yang akan diambil ke depannya.
“Pilihlah yang memiliki peluang kerja yang tinggi,” ujarnya.(yui)
