batampos.co.id – Kematian Melki dan Doyok, dua pemuda yang ditemukan tewas mengambang di peraiaran Jembatan III dan Pulau Terong, Belakang Padang pada akhir pekan lalu masih misterius.
Penyidik kepolisian terus mendalami kasus tersebut. Namun kepolisian belum dapat memastikam apakah kedua korban dibunuh atau meninggal karena kecelakaan.
“Belum ada penjelasan yang pasti. Hasil visum dan otopsi juga belum kami dapat,” ujar Frans, kakak pertama Melki, Rabu (30/9/2019).
Sejak awal Melki ditemukan, polisi kata Frans, sudah berulang kali mendatangi mereka. Namun hanya sebatas meminta keterangan.
Terkait hasil penyelidikan medis dan perkembahan hasil penyelidikan lainnya, belum diberitahukan.

“Lagi kerja mereka (Polisi), jadi mungkin belum bisa kasih tahu perkembangan kepada kami,”katanya.
Meski demikian, Frans berharap kasus kematian Melki dan Doyok segera terkuak.
“Ya biar jelas kenapa mereka meninggal,” ujarnya.
Melki yang bekerja sebagai buruh galangan kapal di Seilekop, Sagulung, kata Frans biasa-biasa saja dalam pergaulannya sehari-hari.
Sebagai seorang pemuda Melki kata dia, mempunyai banyak kawan di luar. Namun mereka tak tahu pasti apakah ada masalah atau cekcok dengan kawan-kawannya ataupun orang lain.
“Kami semua kerja jadi tak terlalu tahu masalah itu,”katanya.
Kepolisian telah mengembalikan jenazah Melki dan Doyok ke keluarganya dan sudah dikebumikan keluarga masing-masing.(eja)
