Kamis, 26 Februari 2026

Candra Ibrahim, Siap Mengabdi di Batam atau Natuna

Berita Terkait

batampos.co.id – Posmetro Batam menggelar Metro Forum di Lim Cafe Batam Center, Selasa (29/10/2019) dengan narasumber Candra Ibrahim.

Candra merupakan salah satu bakal calon Batam 2 (Wakil Wali Kota Batam) dan Natuna 1 (Bupati Natuna) pada Pilkada 2020 mendatang.

Nama Candra Ibrahim sebenarnya mulai mencuat dan cukup diterima serta populer di kalangan milenial.

Candra yang kini menjabat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepri ini, juga mulai banyak disebut dan layak diperhitungkan.

Moderator Metro Forum yang juga General Manager Posmetro, Haryanto, membuka sesi dialog dengan menyebutkan banyak masyarakat dan termasuk peserta dialog di sini bertanya.

Nantinya Candra Ibrahim akan maju di Batam atau Kabupaten Natuna, tempat kelahirannya.

Mendengar pertanyaan itu, Candra Ibrahim yang juga Direktur Utama Batam Pos itu menjawab, ketika sudah banyak pertanyaan seperti itu, artinya promosi yang telah ia dan tim lakukan selama ini sudah mulai terlihat hasilnya.

Namun ia menjelaskan, kemana akan berlabuh, tergantung situasi politik saat ini.

”Karena politik itu dinamis, kita ingin mengalir saja,” tuturnya.

Candra Ibrahim (tujuh dari kiri/berdiri) bersama pimpinan Posmetro Batam dan peserta Metro Forum di di Lim Cafe Batam Center, Selasa (29/10/2019). Foto: Rengga Yuliandra/batampos.co.id

Apakah Batam atau Natuna? Ia mengaku, tergantung kans yang paling masuk akal. Dan itu bisa dilihat pada saat pendaftaran terakhir.

”Yang jelas saat ini kami turun di semua segmen di Batam dan Natuna,” jelasnya.

“Kita bergerak, diskusi termasuk juga memasang baliho dan spanduk di dua wilayah tersebut,” ujarnya lagi.

Bagaimana awal terjun ke dunia politik? Ia menjawab berawal dari dorongan dan usulan mahasiswa asal Natuna.

Mereka meminta agar Candra Ibrahim kembali ke Natuna untuk memberikan sumbangsih dan pikiran atau tenaga untuk membangun kampung halamannya.

”Mereka (mahasiswa Natuna, red) mengaku prihatin dengan Natuna yang sudah 20 tahun tapi perkembangannya tidak seperti yang diharapkan,” kata Candra menirukan ucapan mahasiswa.

Saat itu, Candra menjawab apakah keinginan ini datang dari mahasiswa saja. Mereka menjawab dukungan Candra ke Natuna ini juga dari berbagai tokoh masyarakat di Natuna.

”Akhirnya kami berkumpul dengan tokoh Natuna dan keluarlah pernyataan seperti itu. Kalau bisa pulang lah untuk membangun kampung,” katanya.

Seiring berjalan waktu, kemudian ia berdiskusi dengan teman-teman PWI Kepri menyampaikan niat tersebut.

Dari situlah muncul beberapa aspirasi kenapa tidak di Batam saja. Sementara ia sendiri dianggap paham dengan kondisi Batam.

”Dari diskusi ringan itulah muncul dua opsi maju di Kabupaten Natuna dan Kota Batam,” ungkap Candra.

Dukungan maju di Pilkada Natuna juga disampaikan beberapa tokoh penting di Kepri. Seperti dari Gubernur non aktif Nurdin Basirun.

Saat itu Nurdin mengatakan, kalau Candra ingin pulang ke Natuna akan siapkan partainya.

Selanjutnya disambut lagi Sekretaris Gerindra Kepri, Onward Siahaan bahwa Candra sebagai salah satu calon dan tokoh muda yang berpotensi. Termasuk juga dukungan dari Ketua DPD PKB Batam, Jefri Simanjuntak.

”Kembali lagi ke pertanyaan awal, kemana saya akan berlabuh. Makanya saya menjawab tergantung dinamika politik,” tuturnya.

”Apabila memang peluang itu ada di Batam, maka saya akan berada di Batam. Tapi jika peluang itu di Natuna saya akan balik kampung,” ucapnya.

”Bagaimana jika tidak ada peluang sama sekali? Saya akan kembali ke habitat saya, wartawan dan pimpinan di salah satu sebuah media. Saya bergerak betul-betul tanpa beban,” sambungnya.

Dia mengatakan, ada beberapa pemimpin daerah yang berasal dari kalangan wartawan. Misalnya, mantan Wakil Wali Kota Surabaya sebelumnya pernah menjadi Pemred Jawa Pos, Wakil Wali Kota Bengkulu juga pernah menjabat Pemred Bengkulu Ekspres.

Termasuk maju di legislatif yang tak terhitung jumlahnya.

”Jadi, ketika ada kesempatan itu kenapa tidak kita ambil,” tuturnya

Lantas apa modal yang ia miliki? Candra menjawab sebagai orang non partai, modal yang harus dimiliki adalah popularitas dan elektabilitas yang tinggi.

Sebab tanpa dua ini sangat tidak mungkin seseorang yang akan maju di kontestan pemilukada bakalan menang.

”Makanya saya berpikir, karena tak punya partai maka kita akan menciptakan popularitas dan elektabilitas ini,” paparnya.

“Sehingga nantinya ketika ada survei nama kita akan muncul dan barulah kita bisa menawarkan ke partai politik. Inilah modal saya,” jelasnya.

Metro Forum tersebut diisi dengan masukan dan tanya jawab. Beberapa masukan seperti yang disampaikan Emerson yang mengatakan insan pers orang yang terbuka.

Suka belajar dan bertanya. Jika seorang pemimpin itu sifatnya terbuka, suka belajar dan bertanya tentu akan menjadi modal penting di dalam pembangunan sebuah daerah.

”Saya ingin ketika Bang Candra dipercayakan untuk memimpin daerah, sifat dari insan pers ini bisa tetap diimplementasikan,” ucapnya.(rng)

Update