batampos.co.id – Jumlah pelanggan gas bumi sektor indus-tri dan komersial PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Kota Batam tumbuh sekitar 10 persen tahun ini.

Pertumbuhan itu didorong peningkatan infrastruktur gas yang dilakukan PGN bersama pemerintah, serta bukti bahwa energi baik itu lebih efisien dibandingkan energi lainnya.

Sales Area Head PGN Batam, Wendi Purnomo, mengatakan, tahun lalu jumlah pelanggan gas bumi sektor industri dan komersial mencapai 80 pelanggan.

Namun, per September 2019 jumlahnya naik menjadi 88 pelanggan. “Ada penambahan 8 pelanggan,” kata Wendi, Rabu (30/10).

Wendi mengatakan, efisiensi menjadi alasan utama mengapa pelaku industri dan usaha komersial memilih menggunakan gas bumi.

Menurut dia, gas bumi lebih hemat dibandingkan bahan bakar lain seperti solar ataupun elpiji. Untuk sektor industri, tingkat efisiensi bisa mencapai 20 persen hingga 30 persen.

Sementara untuk sektor komersial seperti restoran, hotel, usaha laundry, dan lainnya bisa menghemat biaya bahan bakar antara 40 persen hingga 50 persen jika memakai gas bumi.

Selain efisiensi, lanjut Wendi, rata-rata pelanggan memilih beralih ke gas bumi karena alasan kemudahan.

Petugas di Stasiun Gas PGN di Panaran, Batam, mengecek tekanan gas untuk memastikan distribusi aman dan lancar, beberapa waktu lalu. Foto: Suparman/batampos.co.id

Sebab dengan menggunakan gas bumi, pelanggan cukup membuka kran saat hendak menggunakan gas bumi.

Berbeda jika menggunakan solar atau elpiji. Para pelaku usaha harus melakukan penyetokan solar atau tabung gas elpiji.

Selain itu, mereka juga harus sering mengganti tabung gas saat isinya habis. Juga menyiapkan gudang penyimpanan gas untuk cadangan atau stok.

“Jadi lebih repot. Kalau pakai gas bumi simple, mudah, dan murah,” katanya.

Selain dari segi jumlah pelanggan, jumlah volume pemakaian gas bumi di Batam dari sektor industri dan komersial juga meningkat.

Jika tahun lalu hanya mencapai 62 BBTUD, tahun ini meningkat menjadi 70 BBTUD.

”Jadi ada peningkatan sekitar 11 sampai 12 persen. Karena lebih efisien, industri berani meningkatkan kegiatan produksinya,” kata Wendi.

Melihat tingginya minat pelanggan menggunakan gas bumi, PGN terus berupaya memperluas jaringan gas bumi agar pemanfaatan gas alam di Batam juga makin luas.

Tahun 2020 mendatang, PGN akan membangun jaringan gas bumi di wilayah Seipanas, Batam.

Jaringan gas ini nantinya akan memenuhi permintaan gas untuk sektor komersial di wilayah itu.

”Panjangnya sekitar tujuh kilometer. Di sana sekarang sedang tumbuh sektor komersial seperti hotel dan restoran,” katanya.

Jika pelanggan sektor industri dan komersial naik, maka tidak demikian dengan pelanggan rumah tangga.

Sebab program gas rumah tangga atau jargas sifatnya penugasan dari pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM.

“Kebetulan tahun ini tidak ada penugasan. Jadi, jumlah pelanggannya tidak naik,” kata Wendi.

Wendi menyebut, saat ini ada sekira 4.600 pelanggan gas rumah tangga di Batam. Namun, pihaknya sudah melakukan pendataan calon penerima program jargas sebanyak 4.000 rumah tangga.

Hanya saja, ia belum bisa memastikan kapan program sambungan baru jargas ini akan direalisasikan.(jpg)