batampos.co.id – Ketua DPD Golkar Kepri yang kini menjabat anggota DPR RI, Ansar Ahmad, men­daftar sebagai calon gubernur Kepri di Partai Golkar, Kamis (31/10).
Wakil Ketua Bidang Humas DPD Partai Golkar Kepri, Suyono, di Tanjungpinang, kemarin, mengatakan Ansar juga mendaftar sebagai Cagub Kepri di Partai NasDem dan Gerindra.

Suyono menegaskan, Partai Golkar memberi porsi yang sama kepada tokoh yang mendaftar di partai tersebut, termasuk kepada Ansar yang menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kepri.

“Tidak ada yang dianaktirikan, porsinya sama. Ada me­kanisme dalam proses penjaringan yang harus dilewati yakni survei elektabilitas dan popularitas dari DPP Partai Golkar,” ujarnya.

Selain Ansar, sejak beberapa hari lalu, sejumlah politikus dari internal partai juga mendaftar di Partai Golkar seperti Huzrin Hood, Ismeth Abdullah, Taba Iskandar, Raja Bachtiar, Raja Syahniar Usman, Fauzi Bahar, dan Berto Izaak Doko.

“Ada lima kader internal Golkar yang mendaftar di Golkar seperti Ismeth Abdullah, Raja Syahniar, Taba Iskandar, Raja Bachtiar, dan Ansar Ahmad. Ini menunjukkan Golkar memiliki kader potensial,” ujarnya.

Suyono tidak menampik Ansar memberi sinyal kuat untuk menjadi kandidat Pilkada Kepri 2020. Apalagi Ansar mendapat dukungan yang cukup besar dari internal maupun eksternal partai, meski baru bersifat informal.

“Politikus seperti Ansar tentu sudah matang. Tidak ada istilah dalam dirinya trauma politik sehingga tidak berani mencalonkan diri pada pilkada,” kata Suyono saat ditanya apakah

Ansar tidak trauma terhadap kekalahan sebagai cawagub mendampingi Soerya Respationo pada Pilkada Kepri 2015.

F. Nikolas Panama/antara
PERWAKILAN dari Ansar Ahmad mengambil formulir pendaftaran calon gubernur Kepri di kantor DPD Gerindra Kepri di Tanjungpinang, Kamis (31/10).

Sekretaris DPD Partai Gerindra Kepri Onward Siahaan membenarkan bahwa Ansar Ahmad telah mendaftar ke partainya, selain ke Golkar dan Nasdem.

“Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk Pak Ansar. Tentu ini sebuah penghargaan besar bagi kami ketika beliau ingin mendapat dukungan dari kami,” kata Onward, kemarin.

Onward yang juga ketua Fraksi Gerindra DPRD Kepri memuji Ansar Ahmad. Menurut dia, Ansar memiliki pengaruh terhadap pembangunan di Kepri.

Kepemimpinan Ansar sudah teruji ketika menjabat sebagai Bupati Bintan selama dua periode. Infrastruktur yang dibangun di Bintan merupakan karya pemerintah dan masyarakat Bintan ketika Ansar menjabat sebagai bupati.

Pada Pemilu Legislatif 2019, Ansar juga sudah membuktikan bahwa dirinya didukung oleh mayoritas pemilih dibanding calon anggota DPR lainnya. Suara yang diperoleh Ansar tertinggi di Kepri.

Selain itu, Ansar yang juga Ketua DPD Golkar Kepri berhasil mendorong istrinya, Dewi Kumalasari, memperoleh suara tertinggi kedua sebagai anggota DPRD Kepri daerah pemilihan Bintan-Lingga. Bahkan suara yang diperoleh berhasil menaikkan satu caleg lainnya di partai berlambang Pohon Beringin itu.

“Pak Ansar sudah teruji, disukai masyarakat, dan berpengalaman di pemerintahan. Beliau memulai karier sebagai ASN, kemudian terjun ke dunia politik sehingga kami tidak meragukan pengalamannya,” tuturnya.

Terkait isu Ansar tersandera kasus sehingga tidak berani mencalonkan diri sebagai cagub maupun cawagub, Onward mengatakan, isu itu hanya sebagai bentuk ketakutan yang sampai sekarang tidak terbukti. Kenyataannya, Ansar bisa mendapatkan SKCK karena tidak cacat secara hukum.

“Lihat saja, Ansar melaju hingga menjabat sebagai anggota DPR tanpa masalah. Saya rasa isu itu tidak perlu dikembangkan untuk mewujudkan pilkada yang santun, dan mengandalkan ide, gagasan sebagai landasan dalam menciptakan pilkada yang sehat dan damai,” katanya. (*/Antara)