batampos.co.id – Keluarga besar pasangan suami istri Iwan Hasan dan Andi Wiwik yang berdiam di salah satu ruko pasar Fanindo, Batuaji tengah dilanda kecemasan.
Pasalnya Andi Takdir, anak bungsu mereka menghilang sejak Kamis (31/11/2019) lalu.
Bocah kelas satu SDN 08 Sagulung itu diketahui hilang saat pulang sekolah. Informasi yang didapat keluarga, Takdir dijemput seorang wanita berjilbab melalui gerbang belakang sekolah.
Siapa wanita penjemput itu, hingga kini belum diketahui secara pasti.
“Sudah kami cari kemana-mana belum juga ketemu. Cemas sekali kami, makanya siang tadi kami lapor ke Polresta Barelang,” ujar Andi Wiwik, ibu korban saat dijumpai di tempat usahanya di pasar Fanindo, Jumat (1/10/2019).
Diceritakan Wiwik, sebelum menghilang, Takdir hendak dijemput oleh Andi Ririn kakaknya.
Namun sesampai di gerbang depan sekolah, kawan-kawan Takdir menyampaikan kalau Takdir dijemput seseorang melalui gerbang belakang yang tembus ke SDN 005 Sagulung.

“Kakaknya pulang, ternyata Takdir tak di sini. Awalnya kami pikir di jemput adik (keluarga lain) kami yang tinggal di daerah sini juga,” ujarnya.
“Tunggu sampai sore kok tak pulang-pulang makanya kami cek ke sekolah lagi,” tuturnya.
Kecemasan semakin bertambah saat malam tiba Takdir tetap tak ada kabar. Keluargapun langsung bergerak untuk mencari ke berbagai tempat, termasuk ke rumah-rumah mantan karyawan rumah makan mereka.
Hasilnya tetap nihil sampai siang kemarin keberadaan Takdir belum diketahui.
“Ayahnya masih di Makassar. Sudah tahu (perihal kehilangan Takdir) makanya mau balek ke Batam dia,” ujarnya.
“Pening kami sekeluarga. Kami tak punya musuh selama ini. Mantan karyawan (rumah makan) kami semuanya keluar dengan baik-baik,” jelasnya lagi.
Kata dia, selama ini Takdir, biasa dijemput oleh salah satu mantan karyawan saat masih bekerja di warungnya.
“Tapi kami sudah cek ke rumahnya memang tak ada. Diapun sampai pagi tadi ikut sibuk mencari adek,” kata Wiwik.
Sampai berita ini selesai diketik pihak keluarga masih terus mencari. Termasuk terus mendatangi pihak sekolah untuk mendapatkan informasi yang lebih detail siapa penjemput Takdir.
“Sayangnya CCTv sekolah tak berfungsi. Rusak katanya disambar petir. Semoga dengan laporan ini polisi, anak kami segera ditemukan kembali,” kata Wiwik.(eja)
