batampos.co.id – Ketua Dewan Perwakilan AS Nancy Pelosi kembali mengambil langkah besar. Rabu (31/10) lalu dia mengumumkan sidang terbuka untuk proses pemakzulan Presiden AS Donald Trump.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan prosedur yang penting untuk mengadili sang kepala negara.

”Rakyat harus melihat sendiri fakta-fakta dari kejadian ini. Taruhannya adalah demokrasi negara ini,” ungkap politikus berusia 79 tahun itu seperti yang dilansir Agence France-Presse.

Keputusan tersebut adalah jawaban atas cemoohan politisi Republik. Sejak Pelosi memulai investigasi pemakzulan bulan lalu, Trump dan kawan-kawan mengatakan bahwa langkah itu adalah agenda partisan dari Demokrat.

Mereka juga mengeklaim bahwa proses pemakzulan tak sah karena belum melalui voting di majelis rendah.

Tuduhan soal ambisi partisan mungkin benar. Hasil pemungutan suara kemarin menjadi bukti.

Demo mendukung Trump di depan Gedung Capitol, Selasa (22/10). Mereka menyebut upaya pemakzulan sebagai kudeta. Foto: Olivier Douliery/AFP/jpg

Sidang terbuka pemakzulan itu diambil setelah 232 suara menyatakan dukungan. Sebaliknya, 196 anggota dewan lainnya menolak.

Penolakan itu datang dari semua anggota Fraksi Republik dan dua politikus Demokrat.

”Tanpa dukungan kedua kubu, pemakzulan ini hanya akan memecah negara. Apalagi, proses ini pasti akan terhenti di senat,” ungkap Jeff van Drew, satu di antara dua anggota kongres Demokrat, kepada CNN.

Van Drew merasa bahwa langkah Demokrat kali ini terlalu berisiko. Sebab, senat masih dikuasai politisi Republik.

Padahal, 67 persen anggota senat harus menyetujui agar pemakzulan bisa berubah menjadi pelengseran.

Salah sedikit, masyarakat AS bisa memandang Demokrat sebagai partai licik yang hanya peduli untuk menjatuhkan lawan politiknya.

Jika dinalar, Dewan Perwakilan AS jelas bakal kehilangan waktu untuk agenda lain karena proses pemakzulan.

Hal tersebut bakal dimanfaatkan Republik untuk kampanye Pilpres 2020 Trump.

”Demokrat, sepertinya, memilih menghabiskan setiap hari untuk pemakzulan palsunya,”’ ujar Juru Bicara Gedung Putih Stepahnie Grisham.

Namun, Pelosi, tampaknya, tak peduli serangan dari Republik. Sejak awal Demokrat memang tak berharap pemakzulan tersebut bisa melengserkan Trump.

Mereka lebih berharap bahwa temuan yang muncul dalam sidang bisa menggiring opini publik.

Apalagi, kesaksian dan bukti yang mereka kumpulkan menguatkan dugaan penyelewengan kekuasaan oleh Trump.(bil/c10/dos/jpg)