batampos.co.id – Mantan Wakil Gubernur Kepri, Soerya Respationo, memantapkan langkahnya untuk maju dalam ajang pemilihan gubernur (Pilgub) Kepri 2020 mendatang.
Ia juga memastikan akan berpasangan dengan Isdianto yang saat ini menjadi Plt Gubernur Kepri.
“Saya bulat dan sepenuhnya yakin berpasangan dengan Pak Isdianto pada Pilgub tahun depan,” ujar Soerya saat kunjungan ke Kantor Kadin Provinsi Kepri di Batam Kota, Jumat (1/11/2019).
Soerya menambahkan, meski penentu final ada di pengurus DPP PDIP, namun selaku ketua DPD PDIP Kepri, Soerya mengaku sudah berkoordinasi dan mengusulkan ke DPP PDIP bahwa ia akan berpasangan dengan Isdianto di Pilgub Kepri 2020 mendatang.
“Insya Allah, pasangan ini (Soerya-Isdianto) tidak akan berubah,” tegas Soerya.
Isdianto yang juga ikut dalam kunjungan tersebut membenarkan ia akan berpasangan dengan Soerya.
Soerya di posisi calon gubernur, sedangkan dirinya di posisi calon wakil gubernur.
Untuk persyaratan pada Pilgub Kepri 2020, lanjut Soerya, minimal harus mendapat dukungan 20 persen dari total jumlah anggota DPRD Kepri.
Saat ini, jumlah anggota DPRD Kepri sebanyak 45 orang. Artinya, Soerya-Isdianto minimal harus mendapat dukungan dari 9 kursi.
Selain memastikan akan didukung seluruh anggota DPRD dari PDIP di DPRD Kepri, Soerya juga menyebut saat ini ia telah mengantongi dukungan dari PKB. Ada tiga perwakilan PKB yang duduk di kursi legislatif Kepri.

“Kami dari PDIP ada delapan kursi, ditambah dari PKB tiga kursi, jadi total 11 kursi,” ujarnya.
“Artinya saya dengan Pak Isdianto sudah memiliki tiket untuk maju Pilgub tahun depan. Tiket itu sudah aman,” ujar Soerya lagi.
Meski begitu, Soerya masih akan berkomunikasi dengan parpol lain untuk menambah dukungannya maju dan berpasangan dengan Isdianto di Pilgub tahun depan.
Soerya juga berjanji, seandainya nanti terpilih memimpin Kepri bersama Isdianto, akan secepatnya mewujudkan pertumbuhan ekonomi minimal 7 persen.
Itu sebabnya, ia dan Isdianto datang ke Kantor Kadin Kepri untuk menandatangani kontrak komitmen untuk meningkatkan dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi minimal 7 persen di Kepri, khususnya Batam.
“Menyikapi pertumbuhan ekonomi di Kota Batam dan Kepri yang saat ini lagi drop, kami melihat bukan karena para pelaku ekonomi, tapi tata kelola pemerintah daerah yang salah,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur memang penting. Tapi jangan sampai mengorbankan sektor informal.
Sebab, yang menjalankan sektor informal itu sebagian besar adalah masyarakat kecil, salah satunya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Merekalah yang lebih tangguh daripada pengusaha papan atas di saat pertumbuhan ekonomi lagi down. Mereka mampu bertahan untuk perputaran ekonomi lapis bawah,” terangnya.
Menurutnya, salah satu penghambat pertumbuhan ekonomi adalah tata kelola pemerintah daerah yang belum beres dan belum pas.
Mental dan sikap PNS yang harus diperbaiki.
“Tak 100 persen PNS itu jelek, tapi harus diakui masih banyak PNS yang bekerja melenceng dari tupoksinya,” jelasnya.
“Ini tugas utama kepala daerah nanti untuk membenahi internal mereka ke dalam, baru bisa bicara investasi tumbuh 7 persen,” tegas Soerya yang juga memperkenalkan jargonnya pada Pilgub Kepri yakni SIPP (Soerya-Isdianto Pasti Paten).
Rudi Daftar ke Gerindra dan Golkar
Sementara itu, puluhan relawan HMR (Haji Muhammad Rudi) yang diketuai Sudirman Dianto datang ke kantor DPW Partai NasDem untuk mengambil formulir sekaligus mendaftar sebagai bakal calon gubernur Kepri, Jumat (1/11/2019).
Selain itu, Rudi juga mendaftar sebagai bakal calon wali kota Batam periode 2020-2024.
Kedatangan relawan HMR disambut langsung oleh ketua tim 7 penjaringan DPW Partai NasDem Provinsi Kepri, Wan El Kenz. Ia didampingi M Nur.
Kepada Batam Pos, Sudirman menegaskan, kedatangannya bersama puluhan anggota relawan HMR sudah bulat didukung semua pihak, baik kader NasDem Batam maupun Provinsi Kepri untuk mengantarkan Rudi sebagai calon gubernur Kepri ataupun calon wali kota Batam pada Pilkada 2020 mendatang.
“Kami yakin dan bertekad bulat, Pak Rudi akan kembali terpilih. Kenapa? Karena kinerjanya sudah banyak dirasakan masyarakat Batam,” ujarnya Jumat (1/11) sore.
“Semua infrastruktur dibangunnya, diwujudkannya. Sayang kalau beliau tak melanjutkan apa yang sudah dikerjakannya untuk masyarakat,” ujar Sudirman lagi.
Partai NasDem sendiri dipastikan tak akan bisa mengusung calonnya sendiri tanpa berkoalisi dengan parpol lain.
Untuk itulah Sudirman menegaskan, di hari yang sama kemarin, tim dari HMR juga mendaftarkan Rudi sebagai bakal calon gubernur ke Partai Golkar.
“Soal komunikasi dengan para kandidat atau tokoh lain sudah dilakukan. Untuk pengembalian berkas ke DPW NasDem, akan kami lakukan pada tanggal 6 November nanti,” paparnya.
“Sedangkan pengembalian berkas ke DPD Golkar Kepri, akan dikembalikan pada besok siang (hari ini),” terangnya lagi.
Tak hanya ke NasDem dan Golkar, nantinya Rudi akan mendaftar di banyak parpol lain. Sudirman mengatakan, dalam waktu dekat ini Rudi juga akan datang ke Gerindra untuk mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon gubernur Kepri.
“Kalau tak ada halangan, hari Senin depan tim HMR juga akan datang mengambil formulir sekaligus mendaftar ke Gerindra,” ujarnya.
Istri Rudi Daftar Cawagub dan Cawawako
Tak hanya Rudi yang mendaftar, istrinya, Marlin Agustina, juga tak mau ketinggalan. Marlin mengutus tim relawannya untuk mengambil formulir ke Kantor DPW Partai NasDem Kepri di Batam Center, Jumat (1/11/2019).
Tim Marlin mengambil dua formulir sekaligus. Yakni formulir pendaftaran bakal calon wakil gubernur Kepri, dan formulir bakal calon wakil wali kota Batam.
Syarifah selaku perwakilan relawan Marlin Agustina mengatakan, pihaknya sengaja memilih Marlin untuk maju pada Pilkada Kepri dan Pilwako Batam, karena menurutnya, istri wali kota Batam ini memiliki potensi yang bagus dalam memajukan Kepri maupun Batam.
“Pemikiran Ibu Marlin membuat kami yakin mengusung Ibu Marlin maju pada Pilgub Kepri atau Pilwako Batam,” terang Syarifah.(gas/jpg)
