batampos.co.id – Ketua Umum KAHMI Kepri, Surya Makmur Nasution (SMN) menitip pesan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk menjaga dan memperkokoh kedaulatan negara di perbatasan.
”Kita tahu Kepri dan Batam khususnya, berada di perbatasan. Matra udara, matra laut dan matra darat harus menjadi perhatian serius agar tidak dikuasai oleh negara asing,” ujar SMN panggilan akrab Surya Makmur Nasution, ketika berdiskusi pada acara ngopi bareng dengan Dahnil Anzar Simanjuntak, juru bicara Prabowo Subianto, Sabtu (2/11/2019) di Begawan Kupie Batam.
Menurut SMN, Presiden Jokowi sebelum dilantik sebagai presiden kedua kalinya, telah membicarakan soal flight information region (FIR) yang dikendalikan Singapura. Sejak 1946, Singapura menguasai udara dengan mengendalikan ATC (air traffic control) pesawat yang akan take off dan landing di Batam.
Sementara di matra laut, jelas SMN, wilayah perairan Batam atau Kepri belum menjadi transhipment bagi kapal-kapal logistik yang berdagang antarnegara.

SURYA Makmur Nasution (kanan) menyerahkan cendera mata berupa buku kepada Dahnil Anzar Simanjuntak selaku jubir Prabowo Subianto saat menghadiri diskusi pada acara ngopi bareng bersama Dahnil Anzar Simanjuntak di Begawan Kupie, Batam Center, Sabtu (2/11) siang.
f. Istimewa
”Secara ekonomi Selat Malaka itu sebagian besar perdagangannya dikuasai Singapura dan Malaysia. Batam masih menjadi penonton, hanya sebagian kecil yang mampir. Kita menginginkan Batam menjadi kekuatan ekonomi baru di kawasan,” terang mantan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kepri (2014-2019).
Di sisi lain, untuk wilayah darat, kepastian hukum berinvestasi belum konsisten. Saat ini kebijakan pemerintah menjadikan wali kota sebagai ex officio BP Kawasan, belum terlihat seperti apa kebijakannya.
Menjawab hal tersebut, Dahnil mengatakan, menjaga kedaulatan dan kepenti-ngan bangsa menjadi komitmen Prabowo Subianto sebagai Menhan.
”Pak Prabowo menerima tawaran sebagai Menhan sebagai komitmen dan sikap kenegarawanannya untuk memastikan kedaulatan dan kepentingan bangsa di NKRI,” jelasnya.
Menurut Dahnil, banyak yang bertanya kenapa Prabowo menerima tawaran Menhan setelah ikut kontestasi sebagai Capres, itu tidak lain karena untuk kepentingan bangsa dan negara.
”Pak Prabowo itu TNI sejati. Dari dulu hingga kini perhatiannya terhadap pertahanan negara menjadi keniscayaan. Jadi, beliau menerima Menhan bukan karena soal jabatan atau kekuasaan,” jelas Dahnil yang disebut-sebut akan diangkat sebagai Staf Khusus Menhan. (gas)
