batampos.co.id – Sebanyak 12 bakal calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Provinsi Kepri untuk pilkada serentak 2020 mendaftar melalui DPD Partai Golkar Kepri.
Partai berlambang pohon beringin itu telah resmi menutup pendaftaran bakal cagub dan cawagub untuk Pilgub Kepri 2020 per 2 November lalu.
“Sampai pendaftaran ditutup Sabtu 2 November 2019, total yang telah mendaftar ada 12 orang,” kata Sekretaris DPD Golkar Kepri, Agustar, Minggu (3/11/2019).
Menurut Agustar, nama-nama tersebut akan segera dikirim ke DPP Golkar untuk diseleksi siapa yang layak diusung maju pada Pilgub Kepri 2020 mendatang.
Daftar nama itu, lanjutnya, akan dikirim ke DPP Golkar dalam bulan ini. Mengenai siapa calon yang akan dipilih, Agustar menegaskan hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan pimpinan di pusat.
“Sekitar Maret 2020 nanti nama yang direkomendasikan DPP maju di Pilgub Kepri sudah dapat diiketahui,” tutur Agustar.
Dia menyebut, 12 orang yang mendaftar ke Golkar antara lain Ketua DPD Golkar Kepri, Ansar Ahmad; Wali Kota Batam, Muhammad Rudi; tokoh perjuangan pembentukan Kepri, Huzrin Hood; dan mantan Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah, yang mendaftar sebagai calon gubernur.

Kemudian ada anggota DPRD Kepri dari Golkar yakni Riski Faisal, Taba Iskandar, dan Raja Bahktiar.
Lalu mantan Wali Kota Padang, Fauzi Bahar, Politikus senior Golkar, Raja Syahniar Usman, serta beberapa tokoh lainnya seperti Berto Izak Dokko, Riski Room Efendi, dan Azwirman yang mendaftar sebagai bakal cawagub.
Sementara mantan Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah, juga mendaftar sebagai bakal cagub Kepri ke Partai Gerindra.
Ia mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon gubernur di Sekretariat Partai Gerindra Kepri, Sabtu (2/11) lalu.
Formulir pendaftaran itu diterima Ketua DPW Partai Gerindra Kepri, Syahrul. Ismeth juga mendaftar di Partai Nasdem.
“Pak Ismeth sepertinya serius ingin bertarung pada pilkada,” kata Sekretaris DPW Gerindra Kepri, Onward Siahaan.
Menurut Onward, Ismeth memang masih cukup berpengaruh di Kepri. Menjelang Pilkada Kepri 2020, cukup banyak warga yang menginginkannya kembali memimpin Kepri. Selama ini, Ismeth dikenal sebagai peletak dasar pembangunan di Kepri.
“Pusat pemerintahan Kepri dibangun oleh Pak Ismeth dan Pak Sani,” ucapnya.
Terpisah, Ismeth sendiri mengatakan, banyak pihak sejak beberapa tahun lalu menginginkannya mencalonkan diri pada pilkada.
Keinginan tersebut baru direalisasikan menjelang Pilkada Kepri 2020 mengingat kondisi perekonomian di Kepri yang tidak membaik.
Ismeth menilai, pembangunan di Kepri, terutama yang menyentuh pada kepentingan publik, belum meningkat sebagaimana yang diharapkan masyarakat.
“Saya sedih melihat kondisi pemerintahan di Kepri. Ini harus diperbaiki,” katanya. (jpg/ant)
