Minggu, 5 April 2026

DLH Cek Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit di Pulau Nipah

Berita Terkait

batampos.co.id – Masyarakat dan nelayan di kawasan Barelang Kota Batam mengeluhkan aktivitas pengolahan minyak dari kelapa sawit di dekat Jembatan II, Pulau Nipah.

Masyarakat khususnya nelayan beranggapan aktivitas tersebut akan mengancam kelestarian lingkungan dan ekositem laut di sekitar jembatan II Barelang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Herman Rozy, mengatakan, pihaknya akan mengecek langsung ke lokasi.

“Terima kasih atas informasinya, saya akan minta tim turun dan mengecek lokasi,” katanya kepada batampos.co.id, Senin (4/11/2019).

Pabrik pengolahan minyak dari kelapa sawit di jembatan II Barelang tepatnya di Pulau Nipa, Kota Batam. Foto: Eja/batampos.co.id

Abdi warga di sekitar lokasi mengatakan, keresahan warga sangat beralasan. Masyarakat dan nelayan lanjutnya tidak melihat adanya sistem pembuangan limbah minyak yang sesuai.

Pihak perusahaan disinyalir memendamkan begitu saja limbah minyak ke dalam tanah di sekitar lokasi mereka mencari ikan.

“Ini kekhawatiran saja. Sebab kemungkinan limbah-limbah minyak itu ditanam di dalam kawasan perusahaan mereka,” katanya, Jumat (1/11/2019) lalu.

Jika hal itu benar, maka dipastikan sangat membahayakan lingkungan sekitar.

“Boleh beroperasi, tapi harus sesuai dengan aturan. dan lingkungan dijaga,” paparnya.

Selama ini kata dia, tidak terlihat adanya pengangkutan limbah ataupun pengolahan limbah dalam perusahaan.

“Sebaiknya ini dicek lagi (oleh instansi pemerintah yang berwenang),” tambahnya.

Menurutnya, aktivitas pengolahan minyak dari kelapa sawit itu sudah lama beroperasi.  Aktivitas ini berada di pinggir pantai dan meresahkan masyarakat dan nelayan sekitar.(eja)

Update