PT Agung Podomoro Land Tbk. (APL) berhasil mengoptimalkan peluang rencana pemindahan ibukota negara ke wilayah Penajam-Paser, Kalimantan Timur dengan baik. Sejak Presiden Jokowi menyatakan ibukota akan pindah pada pertengahan Agustus lalu, penjualan apartemen Borneo Bay City milik APL di Balikpapan laku keras.

“Penjualan unit apartemen di Borneo Bay City melonjak lebih dari 300 persen pasca pengumuman keputusan pemindahan ibu kota RI ke Kalimantan Timur di Istana Negara oleh Presiden Jokowi pada Senin (26/8) di Jakarta. Keputusan itu telah mendorong para konsumen dari berbagai kota di Indonesia dan mancanegara seperti Malaysia, Singapura dan Australia membeli unit kami,” jelas Paul Christian, CEO Borneo Bay City dalam keterangannya di Jakarta, Senin (4/11/2019).

Borneo Bay City dikembangkan sebagai hunian berstandar internasional yang didesain oleh DP Architecht Singapore. Konsultan arsitektur ini telah berpengalaman pada proyek-proyek berskala internasional, di antaranya membangun The Dubai Mall, Dubai Tower III, Singapore Flyer, dan Podomoro City Central Park Jakarta. Inilah yang membuat Borneo Bay City memiliki mutu internasional, baik dari sisi desain bangunan, lanskap, maupun fasilitas.

Lokasi Borneo Bay City sangat strategis karena berada di kawasan pusat bisnis dan pemerintahan Kota Balikpapan, yakni Jalan Jenderal Sudirman 1 yang menghadap ke Selat Makassar. Harga lahan di kawasan ini sudah mencapai Rp 200 juta per meter persegi. Harga tersebut diperkirakan akan terus melambung sejalan dengan pembangunan kawasan ibukota baru.

“Balikpapan akan menjadi daerah strategis dan tujuan investasi di masa depan. Selain dekat dengan ibukota negara yang baru, banyaknya proyek strategis di Kalimantan Timur akan menjadikan wilayah ini memiliki value yang semakin tinggi, termasuk investasi di sektor propertinya,” ujar Paul.

Kawasan Borneo Bay City merupakan superblock dengan konsep water front city pertama di Kaltim yang saling terintegrasi antara hotel bintang 5, 3 shopping mall besar (Plaza Balikpapan, Balikpapan Trade Center, Podomoro Bay Mall), dan 7 tower apartemen berjumlah 1.220 unit. Kawasan ini dilengkapi pula dengan beach club dan ruang terbuka hijau (Bay Park) seluas total 2 hektar. Hampir separo dari unit apartemen tersebut telah diserahterimakan kepada para pemiliknya.

Apartemen Borneo Bay City menawarkan 4 pilihan tipe unit, yaitu studio, 1 kamar tidur, 2 kamar tidur, dan 3 kamar tidur. Harganya mulai dari Rp 800 jutaan, naik dibandingkan awal Agustus lalu yang masih sekitar Rp 700 jutaan.

Paul juga mengungkapkan, penjualan apartemen Borneo Bay City juga didorong oleh keberadaan sejumlah proyek migas di Kalimantan Timur, khususnya di Balikpapan. Contohnya pekan lalu Borneo Bay City bersama Hyundai Engineering Co Ltd, menandatangani penyediaan hunian bagi lebih dari 300 tenaga ahli dari Korea yang bekerja di proyek Refinary Development Master Plan (RDMP) milik Pertamina.

“Kami akan menyewakan sekitar 300 hunian bagi ahli dari Hyundai dengan masa kontrak selama 3 tahun. Jangka waktu kontrak tersebut dapat diperpanjang hingga 7 tahun sampai proyek selesai,” jelas Paul. (*)