Kamis, 9 April 2026

Puluhan Remaja Diamankan Karena Masalah Ini

Berita Terkait

batampos.co.id – Aktivitas balap liar oleh sekelompok remaja di Simpang Frengki hingga Simpang Kara, Batam Center mendadak bubar, Sabtu (2/11/2019) hingga Minggu (3/11/2019).

Personel patroli dari Satuan Sabhara Polresta Barelang mengamankan 25 orang yang kedapatan tengah mengikuti balapan liar dan tidak sempat melarikan diri beserta 20 unit kendaraan roda dua.

Kasat Sabhara Polresta Barelang, Kompol Firdaus, mengatakan, operasi pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari ini berawal dari adanya laporan masyarakat maupun pengguna jalan yang merasa terganggu dengan aksi balapan liar.

Dari laporan tersebut, patroli Satuan Sabhara Polresta Barelang berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang.

”Mengingat sudah banyaknya laporan atau pun korban dari orang yang tidak dikenal, maka kami dari jajaran Polresta Barelang meningkatkan patroli antisipasi balapan liar, pencurian maupun kejahatan lainnya,” ujar Firdaus, Minggu (3/11/2019) pagi.

Anggota Satsabhara Polresta Barelang memeriksa kelengkapan surat kendaraan saat patroli di kawasan Batam Kota beberapa waktu lalu. Satsabhara Polresta Barelang mengamankan puluhan remaja dan sepeda motor mengikuti balap liar. Foto: Kompol Firdaus untuk Batam Pos

Dari laporan tersebut, kemudian dilakukan pembubaran dan berhasil mengamankan 25 orang remaja beserta 20 unit kendaraan bermotor.

Dalam upaya memberikan efek jera kepada puluhan remaja tersebut, selanjutnya remaja tersebut dibawa ke Polsek Batam Kota untuk dilakukan pembinaan, serta 20 unit sepeda motor dibawa ke Polresta Barelang.

”Barang bukti kita serahkan ke jajaran Sat Lantas Polresta Barelang agar diproses penindakan dan penilangan terhadap kendaraan bermotor,” katanya.

Kepada orang tua, Firdaus meminta untuk lebih mengawasi dan mewaspadai anak-anak mereka saat berada di luar rumah.

Terutama, pada saat malam libur yang berpontensi untuk melakukan aksi balapan liar dan dapat merugikan dirinya sendiri dan pengendara lainnya.

”Kegiatan ini akan terus kita laksanakan untuk mengantisipasi kejahatan jalanan,” jelasnya.

“Kegiatan ini, kita lakukan tidak hanya pada malam libur saja, tapi akan kita laksanakan pada malam-malam yang tidak bisa ditentukan,” imbuh Firdaus lagi.

Meski sudah kerap ditertibkan dan dirazia polisi, keberadaan anak-anak pemotor yang suka kebut-kebutan di Nongsa masih meresahkan warga.

Beberapa kelompok remaja bermotor masih kerap berkumpul dan kebut-kebutan di Jalan Dang Merdu, Nongsa.

Seperti yang diungkapkan Harneti saat hendak pulang ke rumahnya, Sabtu (2/11/2019) sekitar pukul 23.00 WIB .

Ia saat itu mengendarai sepeda motor kaget ketika tiga remaja kebut-kebutan di sampingnya. Ia sempat berteriak, namun tak dihiraukan.

”Hampir saja saya jatuh karena kaget,” ujar Harneti, kemarin.

Usai kebut-kebutan, remaja itu berhenti di area tanah lapang yang ternyata di sana juga sudah ada sekelompok pemotor lainnya.

”Saya lihat ada sekitar tiga kelompok bermotor. Seminggu lalu sudah tak ada, sekarang ada lagi,” jelasnya.

Menurut dia, harusnya setiap malam minggu polisi berpatroli di lokasi itu agar remaja itu tak kembali datang ke lokasi.

”Harusnya ada polisi yang berjaga di sana, agar mereka tak balik-balik,” imbuh Harneti lagi.

Tak hanya mengancam keselamatan pengendara lain, aksi kebut-kebutan itu juga membuat risih warga setempat.

Sebab, bunyi knalpot yang digunakan para remaja membuat suara bising, terutama pada malam hari.

”Kalau malam, suaranya sampai ke dalam rumah. Bising banget, padahal saya punya bayi,” ujar Novi warga lainnya.(gie/she)

Update