Sabtu, 28 Februari 2026

Tiga Tokoh Masyarakat Kota Batam Berkumpul, Ini yang Mereka Bahas 

Berita Terkait

batampos.co.id – Tiga tokoh masyarakat yang ada di Kota Batam berkumpul dan berdiskusi. Mereka adalah Mustofa Widjaja, mantan Kepala BP Batam, Surya Makmur Nasution, politisi dan mantan Anggota DPRD Provinsi Kepri dan Emtizar Karyan, Ketua Muhammadiyah Kota Batam dan mantan anggota DPRD Kota Batam.

Ketiga tokoh tersebut sepakat Kota Batam harus kembali pada masa kejayaannya seperti 15 tahunan yang lalu, ketika itu industry bergeliat, pertumbuhan ekonomi di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

”Walaupun dalam pemilu legislatif bulan April lalu saya dan pak Surya Makmur Nasution merupakan pesaing untuk berjuang menjadi anggota DPD-RI, tapi yang lalu biarlah berlalu. Masa depan Batam yang harus menjadi perhatian kita,” kata Mustofa Widjaja melalui rilis yang diterima batampos.co.id, Senin (4/11/2019).

Kata dia, dalam politik, tidak harus kening berkerut. Walaupun terdapat perbedaan pandangan politik diantara mereka tetapi keinginan untuk memajukan Batam menjadi landasan mereka berdiskusi.

Menurutnya perekonomian Batam saat ini seperti orang yang sedang sakit tapi belum mendapat obat yang pas.

Itu lanjutnya menjadi tanggungjawab semua sebagai masyarakat Kota Batam. Katanya untuk memajukan Batam bukan hanya tugas pemerintah saja, namun seluruh elemen masyarakat dan stakeholder.

Mustofa Widjaja (pakai batik), Surya Makmur Nasution (kemeja biru) dan Emtizar Karyan berdiskusi mengenai perkembangan ekonomi Kota Batam ke depan. Foto: Farid untuk batampos.co.id

Baik Pemko, BP Batam, DPRD, maupun seluruh elemen yang ada di Kota Batam termasuk ormas keagamaan seperti Muhammadiyah, NU, atau Al Washliyah.

“Sudah menjadi tugas kita semua untuk membangun Batam, bukan tugas wali kota saja tapi seluruh lapisan masyarakat bertanggung jawab untuk memajukan Batam,” ujar Surya Makmur.

“Kita harus berani meneropong jauh ke depan untuk pembangunan Batam, bukan dari infrastruktur saja, tapi dalam perekonomian juga. Daerah lain saja bisa, kenapa kita tidak?” kata Ketua Al Washliyah Kepri itu lagi.

Beberapa tahun terakhir lanjutnya, harus diakui bahwa pertumbuhan ekonomi menjadi barometer untuk perkembangan kemajuan Batam.

Bahkan pertumbuhan ekonomi Batam menjadi terendah kedua secara nasional pada tahun 2017. Ini kata dia, refleksi bagi semua pihak untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian.

“Kita dihadapkan pada keadaan ekonomi yang sulit, ada beberapa investor yang pindah keluar Batam dan ada sumber daya manusia yang berkualitas juga meninggalkan Batam karena tidak ada lapangan kerja,” jelasnya.

Ia menyatakan hal itu menjadi salah satu yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Kota Batm sangat lamban.

“Kita harus bergandengan tangan untuk merajut kembali masa kejayaan Batam, supaya Batam kembali menjadi lokomotif perekonomian nasional seperti pada dekade 2005-2015 yang lalu,” tuturnya.

Ketiga tokoh itu sepakat dengan apa yang menjadi perbincangan pelaku ekonomi. Khususnya Kadin Kepri maupun Kadin Batam yang menantang calon pemimpin Kepri dan Batam harus mampu melakukan terobosan-terobosan yang bisa meningkatkan laju pertumbuhan perekonomian berkisar 7 persen.

Ketika ditanya awak media mengenai pencalonan sebagai Bakal Calon Kepala Daerah, ketiganya menegaskan bahwa pertemuan itu tidak ada kaitannya dengan pencalonan Mustofa Widjaja maupun Surya Makmur sebagai bakal calon wali kota maupun wakil wali kota Batam dalam Pilwako 2020 nanti.

“Ini silaturahmi dan diskusi santai saja, karena kami bertiga memiliki keinginan yang sama tentang perkembangan Batam kedepannya,” jelas Mustofa.

“Walupun tadi saya ditanya Pak Surya Makmur dan Pak Emtizar mengenai pencalonan saya sebagai wali kota, saya jelaskan bahwa saya tetap akan berkomunikasi dengan partai-partai, dan bersilaturahmi dengan ormas maupun masyarakat,” kata dia lagi.

Semuanya lanjutnya, ia lakukan untuk mendengar masukan dan aspirasi seperti yang dilakukannya beberapa hari yang lalu dengan pengurus NU Kepri.(*/iwa)

Update