batampos.co.id – Wisata medis atau destinasi perjalanan kesehatan, diartikan sebagai perjalanan perawatan kesehatan seseorang ke luar negeri. Bagi masyarakat Indonesia, istilah tersebut tak lagi asing. Tujuan terbanyak yakni ke negara tetangganya, Malaysia. Biaya yang terjangkau, kualitas yang lebih baik, termasuk kemudahan bahasa, disebut-sebut menjadi alasan utamanya.

Namun, di balik itu, ada sebuah lembaga yang berperan aktif untuk menarik wisman melakukan wisata medis ke Malaysia. Adalah Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) atau disingkat Malaysia Healthcare yang didirikan sejak 2005.

MHTC yang semulanya berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan, kini berada di bawah Kementerian Keuangan Malaysia atas inisiatif dari Kementerian Kesehatan.

Pasalnya, organisasi non-profit ini dibentuk sebagai pusat informasi dan fasilitator dalam mempromosikan industri wisata kesehatan Malaysia terutama kepada negara luar, agar menarik wisman yang berujung pada pendapatan Negeri Jiran itu.

CEO MHTC Sherene Azli mengatakan, pihaknya berkewajiban untuk memfasilitasi warga negara lokal maupun asing yang ingin berobat ke Malaysia.

“Kami menyebutnya dengan end-to-end service, tanpa hambatan. Yakni melayani pasien dengan sebaik mungkin, dari mulai tiba sampai akhir pasien kembali ke rumah,” ujar Sherene, dalam media briefing yang digelar di Kuala Lumpur, beberapa waktu lalu.

Ia menyebutkan, melalui MHTC, Malaysia berhasil menarik lebih dari 1,2 juta wisatawan kesehatan untuk berobat di 2018, yang terus bertumbuh hingga saat ini. Industri perjalanan kesehatan Malaysia tercatat tumbuh setiap tahunnya dengan Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan (CAGR) sebanyak 17 persen, yang total pendapatan rumah sakit mencapai RM 1,5 milliar di 2018.

Fakta menariknya, 80 persen atau sekitar 900 ribu dari 1,2 juta wisatawan kesehatan itu adalah warga negara Indonesia (WNI). Sherene mengaku, Indonesia memang menjadi pasar utama Malaysia Healthcare karena setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan kunjungan WNI untuk wisata medis.

DEPUTI Kementrian Keuangan Malaysia YB Dato Wira Ir. Haji Amiruddin bin Haji Hamzah menyerahkan token kepada CEO MHTC Sherene Azli saat peluncuran MyHT2020 di Hotel Majestic Kuala Lumpur, Kamis (31/10) lalu.
foto: batampos.co.id / febby anggieta

“Tertinggi dari Jakarta, Surabaya, dan Medan dengan tujuan paling banyak ke Malaka, Kuala Lumpur, Penang, Selangor, dan Sarawak. Sementara Batam termasuk ramai dengan tujuan Johor Bahru,” terangnya.

Bekerja di bawah pengawasan ketat pemerintahan Malaysia, MHTC telah menyatukan para pemain industri dan penyedia layanan ke dalam sebuah strategi pengembangan yang berfokus untuk meningkatkan profil pariwisata kesehatan Malaysia di kancah dunia. Model kemitraan publik dan swasta atau PPP (public-private partnerships) dipandang sukses dalam menggairahkan sektor pariwisata kesehatan tersebut di Malaysia.

“Kami tidak dibayar oleh pasien melainkan pemerintah yang mengawasi dengan ketat. Keluhan pasien tetap menjadi pantauan, dan penilaian untuk MHTC maupun rumah sakit swasta yang menjadi member kami. Sehingga melalui MHTC dijamin pasien terlayani dengan baik mulai dari konsultasi sebelum keberangkatan, penjemputan, pengantaran ke tujuan hingga kembali pulang (end-to-end service),” ucap Sherene.

Malaysia Healthcare Lounge yang bertempat di Kuala Lumpur International Airport (KLIA), KLIA2, dan Penang International Airport menyediakan layanan penjemputan di aerobridge, jalur cepat melewati Imigrasi dan Bea Cukai dan bantuan pengambilan bagasi. Layanan penerjemahan juga disediakan sesuai permintaan untuk memudahkan komunikasi bagi pasien yang membutuhkan layanan.

Selain itu, sistem perawatan kesehatan Malaysia diatur oleh Kementerian Kesehatan Malaysia melalui Private Healthcare and Facilities Service Act (1998) yang mengedepankan keselamatan pasien serta biaya perawatan terjangkau. Tak hanya itu, para wisatawan kesehatan juga dapat menikmati beragam layanan kesehatan menarik sambil dikelilingi pemandangan alam khas Malaysia yang menakjubkan.

Mengandalkan kepercayaan tersebut, dari 200an rumah sakit swasta se Malaysia, hanya ada 73 member MHTC. Sebanyak 21 di antaranya merupakan elite members. “Members MHTC adalah yang memiliki akreditasi tinggi sehingga terjamin dari segi kualitas dan pelayanannya,” papar CEO MHTC itu.

Sherene menambahkan, pihaknya menargetkan dalam destinasi perjalanan kesehatan ini RM 1 yang masuk untuk kesehatan sama dengan RM 4 yang masuk untuk pariwisata. Dan di 2020 akan ditingkatkan menjadi RM 2 untuk kesehatan sama dengan RM 6-8 untuk pariwisata, seiring dimulainya Malaysia Year of Healthcare Travel 2020 atau MyHT2020.

Dalam perkembangannya, Malaysia Healthcare telah berkontribusi sebesar RM 6,4 miliar terhadap ekonomi nasional Malaysia. Hingga mendasari diluncurkannya MyHT2020, yang diluncurkan bersamaan dengan kampanye pariwisata Visit Malaysia 2020 (VM2020), di Hotel Majestic Kuala Lumpur, Kamis (31/11) lalu.

Peluncuran itu dihadiri 77 delegasi dari berbagai media, termasuk Batam Pos, dan para blogger yang berasal dari delapan negara. Yaitu Indonesia, Tiongkok, Myanmar, Vietnam,
Kamboja, Bangladesh, India, dan Brunei Darussalam. Kegiatan bernama Media Familiarisation Visit itu dirangkai selama lima hari, dengan kunjungan ke sejumlah members MHTC yang ada di Kuala Lumpur, Malaka, dan Johor Bahru.

“MyHT2020 sebagai perayaan pentingnya kesehatan fisik dan mental dengan mengajak masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan dan kesejahteraan di Malaysia, sekaligus menikmati berbagai atraksi wisata yang ada di Malaysia,” lanjutnya.

Dikenal luas dengan julukan Healthcare Marvel, negara dengan 32,6 juta penduduk itu kian diakui berbagai rekan industri dan pakar kesehatan di seluruh dunia menjadi destinasi perjalanan kesehatan kelas dunia yang sukses dalam waktu singkat.

Malaysia dinobatkan sebagai Best Country in the World for Healthcare dari 2015 hingga 2019 oleh majalah asal AS International Living, dan Destination of the Year untuk perjalanan kesehatan oleh International Medical Travel Journal yang berbasis di Inggris dari 2015 hingga 2017 berdasarkan tiga kriteria utama: kualitas, kemudahan akses, dan keterjangkauan harga.

“Kami ingin mengundang semua wisatawan medis untuk menikmati pengalaman perjalanan end-to-end bebas hambatan kami yang berkualitas tinggi dan terjangkau selama kampanye MyHT2020 berlangsung,” ungkap Sherene.

Menurutnya, popularitas Malaysia sebagai pilihan destinasi perawatan kesehatan kian dan terus meningkat belakangan ini.

“Saya percaya bahwa hal ini merupakan buah dari kepercayaan yang diberikan oleh para wisatawan kesehatan kepada kami,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan MoU antara MHTC dan MAS Airlines, dimana MAS telah berperan besar dalam memastikan pengalaman perjalanan pasien yang bebas hambatan. Dengan penandatanganan MoU ini tentunya akan memperkuat layanan industri perjalanan kesehatan Malaysia. Dalam waktu dekat, para wisatawan kesehatan akan dimanjakan dengan berbagai paket perjalanan kesehatan yang menarik sebagai bagian dari MyHT2020.

Kepala Eksekutif Grup Malaysia Airlines Berhard (MAB), Kapten Izham Ismail, menuturkan pihaknya sangat gembira dapat bermitra dengan MHTC untuk segmen pasar yang penting ini.

“Sebagai maskapai nasional negara Malaysia, kami sepenuhnya mendukung Malaysia sebagai negara tujuan utama untuk perawatan kesehatan dan wisata,” ujar Izham.

Para pengunjung yang memilih Malaysia sebagai tujuan rawatan kesehatan dan wisata, akan berkesempatan untuk mendapatkan manfaat dari para ahli dan fasilitas medis yang sudah dikenal secara internasional, di tengah-tengah rancangan Malaysia yang indah dan tenang sehingga dapat merasakan pengalaman yang terbaik dari Malaysia Healthcare yang telah dikenal.

“Jaringan komprehensif kami yang mencakup lebih dari 1.000 tujuan di seluruh dunia dan di dalam negeri adalah pelengkap yang sempurna untuk hal ini, sebagai cara terbaik untuk terbang ke, dari dan di sekitar Malaysia. Yang paling penting adalah memastikan keramahtamahan yang tanpa batas sepanjang perjalanan pasien dan untuk ini kami juga akan berkolaborasi dalam pelatihan lintas bidang terkait lainnya,” paparnya.

Peluncuran MyHT2020 turut memperkenalkan maskotnya, seekor hornbill cum bernama Dr Enggang. Maskot ini sebagai representasi keramahtamahan Malaysia yang merupakan elemen penting dalam pengalaman perjalanan kesehatan Malaysia Healthcare yang bebas akan hambatan. (*)