batampos.co.id – Mahkota Medical Centre (MMC) diperkenalkan sebagai rumah sakit swasta pertama di Melaka yang menawarkan perawatan kanker yang berdiri sejak 1994.

MMC juga disebut-sebut sebagai rumah sakit favorit pasien Indonesia di Malaysia. Berlokasi di jantung Kota Melaka, tepatnya di Jalan Merdeka yang membuat RS ini mudah dikunjungi.

Bahkan sekelilingnya sangat menunjang pariwisata Malaka, yang mendapat pengakuan UNESCO sebagai situs warisan dunia.

Dalam kesempatan Batam Pos mengunjungi MMC sebagai rangkaian Media Familiarisation Visit yang digelar Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC), 30 Oktober hingga 3 November 2019 lalu.

CEO Mahkota Medical Centre, Stanley Lam, mengatakan, MMC menjadi pilihan favorit WNI yang didukung dengan lokasi strategis, fasilitas kesehatan lengkap, dan pelayanan primanya.

Dokter dan staff di MMC dapat berbicara dalam bahasa Melayu yang sangat mirip bahasa Indonesia. Mereka pun dapat memahami dengan baik jika pasien berbicara dalam bahasa Indonesia.

“Ada 90 ribu orang Indonesia yang terdata sudah datang ke MMC, paling banyak berasal dari Sumatera dengan intesistas perawatan untuk penyakit kanker,” ujar Stanley.

Ia menjelaskan, pihaknya telah berinovasi sejak 1998 dengan tidak hanya sebagai rumah sakit bagi masyarakat lokal.

Dr Hayani menunjukkan Tomotherapy via Radixact X7 yang ada di Mahkota Medical Centre (MMC), Malaka, Malaysia. Foto: Febby Angieta Pratiwi/batampos.co.id

Tapi juga menjangkau hingga ke luar negri, mulai dari Indonesia, Vietnam hingga Singapura.

“Kami adalah salah satu member elite MHTC, dengan tagline ‘hands that treat hearts that heal (tangan yang mengobati, hati yang menyembuhkan),” terangnya.

Untuk menangani pasien yang terus meningkat, saat ini MMC sudah memiliki lebih dari 90 dokter spesialis sehingga termasuk dalam rumah sakit swasta dengan jumlah dokter spesialis terbanyak di Malaysia.

Dan sebagai rumah sakit terbaik Malaka, MMC memiliki peralatan medis modern dan lengkap untuk memberikan layanan pemeriksaan dan pengobatan yang terbaik.

“Salah satu peralatan terbaru adalah Tomotherapy via Radixact X7 yang secara resmi diluncurkan Wakil Menteri Kesehatan, Y.B.Dr.Lee Boon Chye, Juni lalu,” lanjut Stanley.

Pakar Onkologi dan Radio Terapi MMC Dr.Hayani Abdul Wahid memaparkan, Tomotherapy via Radixact X7 merupakan salah satu bentuk radioterapi tercanggih yang tersedia di dalam negeri (Malaysia).

“Radixact X7 menawarkan image-guided intensity-modulated radiation therapy (lG-IMRT),” sebut Hayani.

Ia menambahkan, alat ini menggabungkan pencitraan 3-D secara akurat dari tomografi terkomputerisasi (CT scanning) dengan pengendali arah radiasi tepat sasaran, untuk memberikan radiasi secara presisi agar mengurangi sel kanker sekaligus meminimilisir kerusakan pada jaringan di sekitarnya sehingga menurunkan risiko efek samping, rasa sakit dan komplikasi.

Radixact X7 khususnya bermanfaat untuk mengatasi kasus kanker payudara, kanker prostat, kanker kepala dan leher, kanker paru-paru dan multi-lesi. Mesin ini juga dapat melaksanakan iradiasi sumsum total,” ucapnya.

Dengan pengenalan terbaru perawatan kanker itu, pusat kanker MMC saat ini adalah pusat kanker yang paling komprehensif di wilayah Selatan Malaysia.

“Pusat kanker kami dapat mengelola dan merawat berbagai kondisi secara efektif dan efisien, dan dapat mendukung rujukan pasien kanker dari rumah sakit secara nasional hingga internasional,” sambung Hayani.

Menurutnya, Tomotherapy merupakan bagian dari visi jangka panjang MMC untuk mengembangkan pusat kanker sebagai Pusat Keunggulan dan mengembangkan rumah sakit.

Pusat kankernya pun menawarkan screening, deteksi, perawatan, rehabilitasi, konsultasi psikososial dan Iayanan perawatan dan dukungan estetis pasca perawatan.

“Kami mempunyai tujuan jangka panjang untuk senantiasa mengembangkan kemampuan dalam menangani dan meningkatkan kesehatan pasien, dengan menawarkan opsi dan solusi terbaik dan layak untuk mencapai hasil perawatan yang paling ideal,” ungkapnya. (Febby Anggieta Pratiwi)