batampos.co.id – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengatakan, Natuna yang berada di perbatasan beberapa negera tetangga seperti Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Kamboja, tidak lagi sebagai daerah tertinggal. Ini dikarenakan Natuna memiliki potensi melimpah di berbagai bidang, didukung dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,8 persen per tahun.

”Kenaikan ekonomi ini tentunya melebihi pencapaian kenaikan ekonomi secara nasional,” ujarnya dalam seminar mahasiswa Natuna di Tanjungpinang, Sabtu (2/11) lalu.

Bahkan Hamid mengatakan, banyak fasilitas umum yang telah tersedia di Natuna, mulai dari pembangunan infrastruktur seperti jalan, sarana transportasi darat, laut, dan udara.

Pelabuhan barang Penagi, Natuna masih menjadi primadona bagi pedagang untuk membawa barang dagangan dari Jakarta atau daerah lainnya di Kepri. Foto: Aulia Rahman/batampos.co.id

Serta telekomunikasi hingga masalah pendidikan dan kesehatan, dinilai sudah cukup memadai jika dibandingkan dengan daerah lain yang masuk ke dalam wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan.

Natuna sudah mendapat perhatian serius pemerintah pusat, melalui berbagai lembaga dan kementerian. Semuanya gotong royong bangun Natuna dengan lima pilar percepatan pembangunan, yakni migas, kelautan perikanan, pertahanan keamanan, pariwisata dan lingkungan hidup.

”Atas perhatian pemerintah kepada Natuna, tentu status Natuna sudah dikategorikan daerah terluar dan terdepan. Tidak lagi menyandang status daerah tertinggal. Tapi Natuna masih membutuhkan sumber daya manusia berdaya saing untuk mendukung pembangunan,” sebutnya. (arn)