batampos.co.id – Pemko Batam akan memberikan gaji ke-13 kepada ribuan pegawai honorer atau kontrak di tahun 2020 mendatang. Hal ini dibenarkan anggota Komisi IV DPRD kota Batam Aman, Kamis (7/11/2019).

Aman menjelaskan, gaji ke-13 ini diberikan kepada seluruh tenaga honor Pemko Batam. Salah satunya dari dinas kesehatan dan dinas pendidikan

“Kalau Disdik pegawai honor kantornya dapat. Hanya saja untuk honor guru yang tidak ada. Padahal mereka sama-sama tenaga honorer,” kata Aman.

Tidka hanya itu, kata dia, gaji guru honorer juga masih menggunakan perhitungan yang lama.

Sementara gaji tenaga honorer selain guru sudah menggunakan standar harga barang terbaru.

Dimana lulusan SMA digaji Rp 2,95 juta, D3 Rp 3 juta dan S1/S2 digaji Rp 3,15 juta per bulan.

“Ini sudah terbaru dan berlaku di semua dinas,” jelasnya.

“Tapi untuk guru honorer masih yang lama. Makanya kemarin kami minta agar disesuaikan,” bebernya lagi.

Pegawai Negeri Sipil dan Honorer Pemko Batam usai melaksanakan upacara di Dataran Engku Putri Batamcenter. Tahun 2020 Pemko Batama kan memberikan gaji ke 13 untuk para honorer. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Karena bagaimana pun, kata Aman, peran dan tanggung awab seorang guru dalam mendidik siswanya sangat luar biasa.

Bahkan secara administrasi, seorang guru memiliki tugas dan tanggungjawab yang lebih besar dari honorer lainnya.

“Ini yang sangat kita sayangkan. Mestinya apresiasi untuk guru itu harus lebih dari yang lain,” ujarnya.

“Tapi kenayataanya gaji mereka lebih rendah dari tenaga kontrak lain. Ini kan justru terbalik,” sesal Aman.

Ia mengaku, sudah berupaya mendorong agar tidak ada perbedaan tenaga honor guru dengan honor lainnya. Baik itu untuk pemberian gaji ke-13 atau besaran gaji yang diberikan.

“Artinya memang perlu tangan dingin wali kota. Karena memang kalau dilihat dari jumlah guru honor sangat banyak. Tapi bagaimana pun itu tak bisa dijadikan dasar seperti itu,” tegasnya.

Saat ini kata dia, honorer Pemko Batam sekitar 7 ribuan lebih. Sementara guru honor sekitar 2 ribuan.

“Kalau yang lain dapat dan gajinya sesuai perhitungan yang baru, kenapa guru tidak mendapat perlakuan yang sama,” tambah Aman.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam, Yunus, juga menyayangkan kondisi ini. Ia dengan tegas mempertanyakan kenapa pemerintah daerah tidak menganggarkan gaji ke-13 bagi guru honorer.

Begitu juga dengan besaran gaji yang diterima guru honorer masih jauh atau tak sesuai dengan standar baru.

“Harusnya ada penyeragaman. Kalau itu berlaku di satu OPD, semua OPD juga harus memberikan. Jangan pilih kasih dong,” tegas Yunus.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, membenarkan jika tahun depan 246 tenaga honor di dinasnya bakal mendapat gaji ke-13.

Diakuinya pemberian gaji ke -13 ini sudah sesuai perintah Wali Kota Batam, Muhammad Rdui.

“Itu memang perintah dari pak wali. Kami sesuai arahan ya kami anggarkan,” kata Didi.

Disebutnya, pemberian gaji ke-13 ini mulai berlaku tahun depan dan besaran gaji yang diberikan sama dengan satu bula gaji tenaga honorer.(rng)