Senin, 6 April 2026

Kok Bisa Ya, Anggaran Promosi Investasi Lebih Kecil Dari Perjalanan Dinas

Berita Terkait

batampos.co.id – DPRD Kota Batam menyoroti anggaran promosi investasi oleh Dinas Penananaman Modal dan PTSP tahun 2020 yang sangat kecil.

Hanya sekitar Rp 116 juta. Jauh dibandingkan biaya perjalanan dinas yang nilainya mencapai Rp 500 juta.

“Ini tidak masuk di akal saya, kok bisa mempromosikan dan mau menggaet investasi di Batam sebanyak mungkin tetapi anggarannya hanya sekitar Rp 116 juta,” kata Muhamad Fadli, anggota komisi I DPRD Kota Batam.

“Sedangkan biaya perjalanan dinas saja mencapai Rp 500 juta,” ujarnya lagi.

Fadli mengatakan, seharusnya DPM-PTSP bisa mendatangkan sejumlah calon investor ke Batam lebih banyak lagi. Apalagi di Batam saat ini ekonomi lesu.

“Jadi bagaimana investor masuk ke Batam karena Bapak sekalian,” paparnya.

“Bukan karena Batamnya dan menurut saya anggaran itu terlalu kecil dan tidak masuk akal itu,” katanya lagi.

Demikian halnya disampaikan Harmidi Umar Husein. Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Batam itu meminta Pemko Batam lebih serius untuk mendatangkan investor dari luar daerah ke Batam.

ilustrasi

“Kan yang menjadi sasaran adalah PMDN. Jadi bagaimana mendatangkan investor lain yang masih di Indonesia masuk ke Batam,” ujarnya.

“Batam sebagai kota Industri sudah harus ada keseriusan dari semua pihak membawa ke Batam lebih banyak investor,” katanya lagi.

Ia berharap anggaran untuk perjalanan dinas bisa diminimalisir. Ataupun anggaran lain yang masih bisa digeser, untuk memperkuat promosi investasi Batam. Sehingga ada kemungkinan investor atau PMDN makin bertambah di Batam.

“Sebagai daerah perbatasan, kita jauh tertinggal dari Singapura dan Malaysia,” jelasnya.

“Jangankan itu, dari beberapa kota Industri di Jawa juga kita sudah tertinggal. Jadi perlu kerja keras untuk meningkatkan investasi di Batam. Selain promosi, juga perlu peningkatan pelayanan perizinan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemko Batam, Firmansyah, mengakui anggaran untuk promosi investasi memang masih sangat kecil dan pihaknya memperkuat promosi melalui media sosial.

“Kita melakukan promosi ini sedemikian rupa. Kita promosi lewat website dan media sosial. Dan kita juga sudah terhubung juga dengan BKPM pusat,” katanya.

Kata dia, untuk promosi di luar daerah, pihaknya juga beberapa kali ikut ambil bagian. Anggaran yang ada tersebutlah digunakan untuk biaya stand dan biaya lainnya.

“Kita tetap melakukan promosi di luar dengan anggaran yang ada tersebut,” katanya.

Terkait perjalanan dinas, ia mengataka bahwa pihaknya di tahun 2019 jumlahnya sangat minim.

Tetapi ia tidak mau berkomentar terkait anggaran perjalanan dinas yang nilainya mencapai Rp 500 juta di tahun 2020 mendatang.(ian)

Update