batampos.co.id – Sebagian warga di Batuaji dan Sagulung masih kewalahan mendapatkan pasokan gas elpiji 3 kilogram hingga, Jumat (8/11/2019).

Sudah dua pekan ini gas bersubsidi itu selalu kosong di pangkalan resmi. Gas tersedia di pedagang eceran namun harganya hampir dua kali lipat dari harga eceran tertinggi (HET).

Masyarakat harus merogok kocek lebih dalam lagi sebab harga jual gas di pedagang eceran tembus Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu pertabung.

Sejumlah pangkalan resmi saat dikonfirmasi mengaku kelangkaan tersebut terjadi karena pasokan dari agen berkurang.

Pengurangan pasokan gas dari agen hampir mencapai 50 persen dari kuota normal yang diminta pihak pangkalan.

Pangkalan yang biasa mendapatkan 100 tabung gas misalkan, kini hanya dapat 60 hingga 70 tabung gas saja.

Gas tiga kilogram langka di kawasan Sagulung dan Batuaji. Masyarakat harus membeli di pengecer dengan harga Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per tabung. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Ini tentu bermasalah sebab kuota yang diberi tersebut tidak mencukupi untuk kebutuhan masyarakat sekitar lokasi pangkalan, sehingga terkesan langka.

“Iya dikurangi. Saya biasa dapat 120 tabung, sudah dua minggu ini hanya terima 80 an tabung saja,” ujar Nita, pemilik pangkalan gas di daerah Aviari, Batuaji.

“Padahal pengguna di sini hampir 200 kepala keluarga. Banyak yang tak kebagian jadi pada protes,” jelasnya.

Senada disampaikan Yanto, pemilik pangkalan lain di Marina, pasokan gas memang dikurangi dengan alasan yang tak pasti dari pihak agen.

Pasokan normal Yanto seharusnya menerima 100 tabung namun belakangan hanya 60 tabung.

Pasokan yang didapat ini bertahan hanya sehari sebab pembeli gas sudah antre sejak beberapa hari sebelumnya.

“Kadang (pembeli) yang datang dihari yang sama saat gas turun ada juga yang tak dapat. Itu tadi pasokan berkurang jadi mau gimanapun tetap ada yang tak kebagian,” ujar Yanto.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, M Roby Hervindo, menjelaskan, tidak ada melakukan pengurangan pasokan gas 3 kilogram.

“Tidak ada pengurangan kuota. Ini akan kami cek,” ujarnya.(eja)