batampos.co.id – Sejumlah warga protes akan banyaknya cucian kendaraan di pinggr jalan protokol atau di Ruang Terbuka Hijau (KTR) di depan perumahan Senawangi Batuaji. Jaraknya tidak terlalu jauh dari kantor camat Batuaji.

“Ini sudah lama. Memang sangat mengganggu. Kok bisa ya dibiarkan persis di pinggir jalan. Ini jalan ramai loh,” kata Lina, warga Batuaji.

Ia mengaku beberapa kali melewati jalan tersebut dan sangat tidak nyaman.

“Sebenarnya itu kan fungsinya untuk RTH, banyak dulu pohon di sana, sekarang hanya tinggal beberapa pohon saja,” katanya.

Ia berharap pemerintah bisa menertibkan sederetan cucian tersebut. Bahkan ada beberapa yang dibangun di atas drainase.

“Dekat ke kantor camat, tetapi kok tidak ada tindakan ya,” katanya.

Seorang warga sedang menikmati suasana Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Mustika Alam yang berada di Batamcenter. Berbeda dengan di kawasan Batuaji, RTH di kawasan tersebut banyak dijadikan tempat cucian kendaraan. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Hal yang sama disampaikan Rinto, warga perumahan Permata Puri. Beberapa kali ia lewat dari sana, tidak jarang percikan air mengenai pengendara yang melintas.

“Itu tembakan airnya mau kena ke kita meski memang tidak akan buat basah kuyup tetapi sangat menganggu,” paparnya.

“Dan jaraknya itu terlalu dekat ke jalan raya. Masa tidak ada pembatasnya,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Camat Batuaji, Ridwan, tidak bisa dimintai keterangan terkait hal tersebut.

Tetapi sebelumnya ia mengatakan, bahwa kegiatan atau aktifitas di atas drainase tidak diperbolehkan. Termasuk kegiatan komersil yang permanen dibangun di trotoar.

“Memang tidak bisa kalau di trotoar atau di drainase baik itu kios liar dan sebagainya,” ujarnya beberapa waktu lalu.(ian)