batampos.co.id – Manajemen Montigo Resorts Batam meminta maaf atas insiden robohnya jembatan di resort itu, Kamis (7/11/2019) lalu.

Pihak Montigo memastikan, kondisi jembatan sebenarnya sangat baik. Namun, jembatan itu ambruk karena kelebihan kapasitas beban.

“Ini insiden yang tidak menguntungkan. Penyebabnya kelebihan kapasitas. Ada 30 orang yang terkonsentrasi di satu titik di area jembatan saat itu,” kata Ma¬≠nager Social Media Montigo Resort, Ilham Wibisono, Jumat (8/11/2019).

“Padahal, fungsi jembatan tersebut hanya area lalu lalang saja. Bukan untuk berkumpul di satu titik tertentu,” ujanya lagi.

Meski begitu, pihaknya membuka diri untuk dilakukan pemeriksaan dan penyidikan oleh kepolisian. Kini, pihak Montigo masih menunggu laporan resmi dari kepolisian.

“Agar kami dapat segera memperbaiki kesalahan yang menyebabkan hal ini dan mencegah insiden serupa terjadi di masa datang,” tuturnya.

Perbaikan akan dilakukan untuk memastikan jembatan itu lebih kuat untuk keselamatan para tamu.

Ilham mengatakan, sejumlah peringatan dalam bentuk tulisan telah dipasang di jembatan.

Belasan turis terjatuh kala jembatan tersebut roboh. Foto: Istimewago Resort

Namun, terkadang imbauan itu diabaikan para tamu dan turis. Ilham mengungkapkan, insiden tersebut merupakan pertama kalinya terjadi sejak Montigo Resorts berdiri.

Selama ini, Montigo selalu menorehkan catatan sebagai resort dengan tingkat keamanan dan kenyamanan yang sangat baik.

Untuk itu, pihaknya akan meninjau kembali prosedur dan struktur bangunan dan siap menjalankan rekomendasi dari pihak berwenang untuk memastikan peristiwa serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

“Manajemen Montigo Resorts, Nongsa meminta maaf atas ketidaknyamanan ini,” jelasnya.

“Kami berharap tamu yang luka cepat sembuh. Montigo Resorts tetap beroperasi seperti biasa. Kami akan meningkatkan pelayanan, keamanan, dan kenyamanan tamu,” katanya.

Sementara itu, Polda Kepri masih melakukan pemeriksaan atas ambruknya jembatan kayu di Montigo Resort, yang melukai belasan turis asal Singapura, Kamis (7/11/2019) sore.

Dua korban patah tulang yang sempat dirawat di RS Bhayangkara, bersama 11 korban luka ringan lainnya, kemarin dirujuk ke rumah sakit di negara mereka, Singapura.

“Ada lima orang lainnya luka lecet dirawat di klinik Montigo, 11 luka ringan lainnya sempat dirawat di RS Bhayangkara bersama dua orang patah tulang,” kata Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Erlangga, Jumat (8/11/2019).

“Tapi sudah kembali ke negaranya, dirawat di RS sana,” ujarnya lagi.

Pihaknya telah memeriksa tujuh orang sebagai saksi. Semuanya berasal dari pihak Montigo Resort.

Sementara pihak travel yang mendatangkan para wisatawan ini, hanya sebatas sebagai agen perjalanan.

Erlangga menambahkan, dugaan sementara rubuhnya jembatan kayu itu akibat kondisi kayu penyangga pelantar sudah lapuk. Sehingga tidak kuat menahan beban yang terlalu berat.

“Kala itu ada 30 orang melakukan foto bersama di satu titik. Kemungkinannya begitu,” ujar dia.

Untuk memastikan penyebabnya, Erlangga mengaku penyidik masih mendalami keterangan serta temuan yang ada di lapangan.

Dari informasi sementara, jembatan kayu tersebut sudah pernah diperbaiki enam bulan lalu.

“Fakta di TKP akan kami pelajari, apakah ada unsur kelalaian di situ. Lalu kami juga melakukan pengecekan kondisi jembatan, semuanya masih didalami,” katanya.

Ia menyebutkan, rombongan wisatawan asal Singapura yang berlibur ke Montigo Resort ternyata berjumlah 120 orang.

Namun yang melakukan sesi foto bersama di jembatan kayu di depan Montigo Resort hanya 30 orang.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Andri Kurniawan, membenarkan jajarannya sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi runtuhnya jembatan Montigo Resort.

“Tadi kami ambil barang bukti dari tempat kejadian, ada reruntuhan dari jembatan tersebut kita amankan,” ujar Andri, kemarin.

Ia menambahkan, beberapa saat setelah kejadian, pihaknya telah melakukan beberapa langkah. Salah satunya membawa korban ke rumah sakit.

“Benar, dua orang (patah tulang) sudah dibawa pihak keluarga ke Singapura,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, penyidik Unit I Satreskrim Polresta Barelang terus mendalami kejadian ini dengan meminta keterangan tujuh orang saksi. Termasuk dari pihak Montigo.

“Kami juga memintai keterangan pemilik hotel dan penanggung jawab kegiatan yang ada di Montigo. Penyebab pastinya masih kami dalami,” jelasnya.(ska/gie)