batampos.co.id –  Sudah bukan rahasia lagi, tingkat partisipasi pemilih di Batam tergolong rendah dalam setiap pemilihan umum, baik pileg maupun pilkada.

Hal tersebut juga diakui oleh KPU Provinsi Kepri saat menggelar kegiatan peluncuran Pilkada Serentak Kepri 2020 di Hotel CK Tanjungpinang, belum lama ini.

Menanggapi partispasi pemilih di Batam yang masih minim, Ketua KPU Batam, Syahrul, menegaskan pihaknya akan lebih menggencarkan lagi sosialisasi pilkada tahun depan, baik itu Pilgub Kepri maupun Pilwako Batam.

”Kami akan fokuskan ke sosialisasi dengan turun langsung ke masyarakat,” ujar Syahrul, Jumat (8/11/2019).

“Kami juga bekerja sama dengan berbagai pihak pemerintah seperti Kesbangpol Kota Batam terkait sosialisasi pilkada tahun depan,” jelasnya.

Salah seorang masyarakat Kota Batam, memasukkan kertas suara seusai memilih pada Pemilu 17 April 2019 lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Tak hanya sosialisasi ke masyarakat, KPU Batam juga berencana menggelar sosialisasi ke beberapa sekolah serta ke kampus-kampus yang ada di Batam untuk menjaring pemilih pemula dan pemilih dari golongan milenial.

”Kami akui memang saat pilkada 2015 lalu tingkat partispasi pemilih rendah di bawah lima puluh persen,” paparnya.

Namun, pihaknya yakin pilkada tahun depan, tingkat partisipasi pemilih akan meningkat lebih dari 50 persen.

Sebelumnya, KPU Kepri menegaskan persoalan partisipasi pemilih atau masyarakat pada pilkada tahun depan yang tergolong rendah, menjadi tantangan terbesar bagi KPU.

Jumlah warga Batam sekitar 50 persen dari jumlah keseluruhan penduduk di Provinsi Kepri. Seharusnya tingkat partisipasi pemilih juga lebih tinggi.

Atas dasar itulah, KPU Provinsi Kepri berupaya membuat berbagai terobosan, salah satunya peluncuran Pilkada serentak, belum lama ini.(gas)