batampos.co.id – Tahun ini pemerintah pusat melalui Dirjen Bea Cukai memberlakukan cukai atau pajak untuk rokok produksi lokal Batam yang dibawa atau diperjual belikan ke luar wilayah Batam.

Tak hanya rokok lokal saja, minuman beralkohol dari Batam yang hendak diperjualbelikan atau dibawa keluar dari Batam, juga dikenakan cukai atau pajak.

Aturan tersebut tertuang dalam Nota Dinas Dirjen Bea dan Cukai Nomor ND-466/BC/2019 yang ditandatangani langsung oleh Dirjen BC dengan tembusan Menko Perekonomian.

“Rokok lokal sekarang ini kena cukai kalau dibawa keluar daerah. Aturan ND-466 itu berlaku sejak bulan Mei 2019 ini,” ujar Kabid Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai (BC) Batam, Sumarna, Jumat (8/11/2019).

“Aturan tersebut satu paket dengan pengenaan cukai mikol dari Batam yang dibawa keluar daerah lainnya,” paparnya lagi.

Dengan aturan baru tentang rokok produksi lokal Batam dan mikol yang dibawa keluar dari Batam, Sumarna menegaskan, otomatis akan meningkatkan penerimaan negara dari sisi pajak atau cukai.

Petugas Bea dan Cukai tipe B Batam menunjukkan rokok dan minuman sitaan hasil hasil Operasi Ampadan di kawasan FTZ Batam beberapa waktu lalu. Foto: Eggi Idriansyah/batampos.co.id

“Kalau meningkatkan penerimaan atau pendapatan negara, itu sudah otomatis. Namun berapa besarannya dan berapa persentasenya, itu kami yang belum dapat,” ujarnya.

Diberlakukannya aturan ND-466/BC/2019 tentang pengenaan cukai rokok lokal Batam dan mikol yang hendak dibawa keluar Batam, lanjutnya, sebenarnya berawal dari menindaklanjuti kajian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang datang ke Batam melakukan rapat bersama Menko Perekonomian bersama Kapolri terkait razia terhadap kuota barang kena cukai yang ada di Batam.

“Dari hasil kajian itulah, didapati kuota yang diberikan untuk Batam itu tak imbang dengan jumlah penduduk yang sedikit,” jelasnya.

“Artinya kuota yang diberikan itu terlalu banyak. Sehingga dari kajian KPK itulah, disampaikan ke Menko Perekonomian,” terangnya lagi.

Dari kajian KPK dan Menko Perekonomian itulah, dilanjutkan ke pembahasan nasional.

“Hasilnya keluar surat dari Menko Perekonomian yang diteruskan untuk mengimplementasikan aturan baru pengenaan cukai rokok lokal Batam maupun mikol,” katanya.

“Dalam hal ini Dirjen BC yang ditunjuk negara untuk mengimplementasikan dan menjalankan aturan itu,” tegasnya mengakhiri.

Sementara kalau untuk dieskpor, rokok lokal Batam tak dikenakan cukai.(gas)