batampos.co.id – Pemko Batam mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah tenaga honorer dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Kelak, tenaga ini akan diganti dengan tambahan honorer tenaga medis maupun guru yang kini banyak dibutuhkan.

”Kami akan analisis ke depan, sangat dimungkinkan semua (pengurangan Satpol) terjadi,” im­buh Wakil Wali Kota Batam Am­sakar Achmad, Rabu (6/11/2019) lalu.

Apalagi, lanjut dia, kini Pemko Batam dan BP Batam sudah memiliki satu pimpinan.

”Satpol PP dan Ditpam (Direktorat Pengamanan BP Batam) tugasnya sama, kita maksimalkan saja. Karena berkurang (rencana pengurangan Satpol PP), mungkin ke (tambah) tenaga medis,” ucap dia.

Amsakar menyampaikan keinginan memperbanyak tenaga honorer, baik medis dan guru seiring minimnya kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk untuk posisi tersebut.

”Kami coba back up di APBD untuk honorer,” kata Amsakar, kemarin.

Menurut dia, kebutuhan akan Sumber Daya Manusia (SDM) yang proposional seiring berkembangnya pembangunan Batam.

Ia mencontohkan, perkembangan sektor pendidikan.

Pemko Batam berencana akan melakukan pengurangan jumlah tenaga honorer Satpol PP. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

”Ini antara lain problem yang kami hadapi. Kalau bangun sekolah harus ada guru dan alat kelengkapan lain kan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Batam hanya mendapat kuota CPNS sebanyak 140 formasi. Ini tertuang dalam keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Nomor 668 Tahun 2019 tentang kebutuhan PNS di lingkungan Pemko Batam, disebutkan untuk tenaga pendidikan sebanyak 71 formasi, tenaga kesehatan 42 formasi, dan tenaga teknis sebanyak 27 formasi.

”Ini (sedikit) pasti berpenga-ruh ke kinerja. Kebutuhan kita yang banyak adalah guru dan medis, makanya kami minta banyak. Mungkin anggaran jadi salah satu pertimbangan pusat,” katanya.

Sebelumnya, jumlah tenaga honorer di Batam saat ini disorot oleh Komisi I DPRD Batam. Anggota DPRD Batam dari Komisi I, Utusan Sarumaha, menegaskan jumlah tenaga honorer di lingkungan Pemko Batam ada 6.300 lebih.

Jumlah itu, kata dia, sangat banyak atau overload. Bahkan, melebihi jumlah PNS di Pemko Batam.

“Misalnya saja di Satpol PP Kota Batam, saat ini jumlah tenaga honorer di sana sebanyak 460. Dari Rp 21 miliar yang dana dianggarkan (untuk Satpol PP), Rp 17 miliar tersedot hanya untuk kebutuhan tenaga honorernya selama setahun,” pungkas dia.(iza/gas)