batampos.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam menerapkan pemberian resep obat berbasis elektronik.

Sistem yang diberi nama, e-Resep ini diklaim mampu memangkas masa tunggu pasien saat antre menebus obat.

”Prosesnya lebih cepat. Maka pengaruhnya, waktu pasien di rumah sakit juga berkurang 40-50 persen,” ujar Direktur RSUD Embung Fatimah, Ani Dewiyana.

Menurut dia, daftar obat untuk pasien sudah didata dalam sistem yang terhubung antara dokter dengan apotek rumah sakit.

Menurut dia, seiring pihak pasien dari ruang dokter, hingga ke apotek tinggal me­nunggu namanya dipanggil.

”Juga bisa meminimalisir penggunaan kertas. Pihak pasien juga tidak perlu bawa-bawa kertas resep lagi,” imbuh dia.

Pasien antre di bagian pendaftaran RSUD Embung Fatimah Batam di Batuaji, beberapa waktu lalu. Saat ini, RSUD EF telah menerapkan e-Resep untuk memudahkan penebusan resep obat. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Ani mengaku, salah satu kekurangan sistem ini adalah ada beberapa obat yang belum diperbarui.

Alhasil, dalam hal ini dokter harus menghubungi pihak apotek untuk memastikan obat tersedia.

”Istilahnya stock opname, itu juga akan dimasukkan ke sistem. Supaya ketika dokter membuat resep, langsung terlihat berapa obat tersedia,” ucap dia.

Peningkatan kualitas pelayanan ini juga yang membawa RSUD Embung Fatimah mendapat predikat Pelayanan Publik Sangat Baik oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Hasil evaluasi dan penghargaan diserahkan oleh Menpan-RB, Tjahjo Kumolo di Hotel Aston Batam, Kamis (6/11/2019) lalu.

Ani mengatakan, tahun ini nilai RSUD Embung Fatimah naik dari B menjadi A-.

”Kami akan buat inovasi lain untuk meningkatkan pelayanan publik di RSUD Embung Fatimah. Mudah-mudahan tahun depan bisa naik jadi A, predikat Pelayanan Prima,” ujarnya.(iza)