batampos.co.id – Kembang kempis hubungan kerja sama maskapai penerbangan Garuda Indonesia Grup dan Sriwijaya Air berdampak pada penerbangan pesawat di Batam.

Sriwijaya yang menjalani rute sibuk, Jakarta-Batam-Natuna dan sebaliknya, akhirnya ditutup sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Penutupan sementara rute Sriwijaya ini, dibenarkan Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso.

”Penutupan rute Jakarta-Batam-Natuna dan sebaliknya terhitung sejak Rabu (6/11),” ujar Suwarso, Jumat (8/11/2019).

Pantauan Batam Pos, kemarin, kantor Sriwijaya Grup yang berada di dalam terminal Bandara Hang Nadim telah tutup.

Namun, Suwarso meminta ke pihak Sriwijaya untuk tetap membuka kantor mereka yang berada di luar terminal atau di bagian depan bandara.

”Supaya para calon penumpang yang ingin refund atau butuh informasi tiket dan lainnya bisa dapat informasi,” ucapnya.

Maskapai penerbangan Sriwijaya Air menutup penerbangan rute Batam-Jakarta-Natuna. Hal itu disebabkan kerjasama Garuda dan Sriwijaya Air yang masih belum berjalan maksimal. Foto: Jawa Pos

Dari informasi yang didapat Suwarso, manajemen Sriwijaya Air Batam tidak diizinkan mengeluarkan kebijakan apapun.

Setiap keluhan atau permintaan penumpang, akan diteruskan ke manajemen pusat.

”Kamis pagi mereka sudah ke kantor saya. Mereka melaporkan hal ini. Permintaan saya ya itu tadi, berikan akses informasi ke calon penumpang,” ungkapnya.

Sriwijaya sendiri masih punya beberapa kewajiban pembayaran ke BUBU Hang Nadim, seperti landing fee, parkir fee, dan biaya ruangan di terminal.

Atas kekisruhan di Sriwijaya, Suwarso berharap segala permasalahan bisa diatasi. Ia juga berharap Sriwijaya grup dapat beroperasi kembali melayani rute Batam ke berbagai wilayah lainnya di Indonesia dan sebaliknya.

Selama ini, keberadaan Sriwijaya Air menjadi alternatif penerbangan bagi masyarakat Batam ke rute-rute yang selama ini dilayani.

”Kami akan koordinasi terus, saya harapkan jangan sampai (tutup) lah,” ungkapnya.

Suwarso mengaku, saat ini pihaknya juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait tutupnya sementara rute yang dijalani Sriwijaya tersebut.

”Saya akan tanyakan ke atas (Kemenhub) dan laporkan ini,” pungkasnya.

Manajemen Sriwijaya sendiri yang ada di Batam tidak bisa memberikan keterangan terkait hal ini. Semua kebijakan untuk sementara terpusat di kantor pusat Sriwijaya di Jakarta.(ska)