batampos.co.id – Demi mendapatkan uang secara instan, Fakhrul nekat menjadi kurir sabu sebanyak 895 gram.

Dalam uraian dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pengganti, Karya So Immanuel, terdakwa ditangkap petugas Asvec Bandara Hang Nadim pada awal Agustus lalu.

Terdakwa kedapatan menyimpan sabu hampir satu kilo itu di lipatan celananya yang disimpan dalam tas miliknya.

“Dari Aceh terdakwa datang ke Batam untuk mengambil sabu yang akan dibawa ke Semarang,” ujar JPU Immanuel.

Sesampainya di Batam, sekitar pukul 18.00 WIB terdakwa bertemu dengan seseorang yang dipanggil Abang di Pasar Mitra Raya.

Ilustrasi Sabu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Setelah itu, terdakwa menerima 1 bungkus plastik warna biru yang didalamnya berisi sabu.

Keesokan harinya sekitar 07.00 WIB terdakwa menuju Bandara Hang Nadim untuk berangkat ke Semarang.

“Berbekal tiket dan uang senilai Rp 2 juta dia hendak ke Semarang tapi ditahan oleh petugas karena membawa sabu,” ucapnya.

Terdakwa sendiri dijanjikan upah sebesar Rp 50 juta. Ia ditawari oleh Toni (DPO) untuk membawa barang haram itu ke Semarang.

Karena upah yang cukup fantastik inilah yang menjadi alasannya nekat melawan hukum, padahal resiko hukuman tinggi bahkan seumur hidup siap-siap harus ditanggung terdakwa.

“Uangnya belum dikasih semua, baru DP saja,” katanya.

Terdakwa dijerat dua pasal sekaligus, yakni pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Terdakwa tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika Golongan I yang beratnya melebihi 5 gram dalam bentuk bukan tanaman yang dilakukan oleh terdakwa,” jelasnya.

Sementara sebelumnya FA mengaku sudah tiga kali ia menjadi kurir sabu. Dua kali sukses ke Palembang, Sumatera Selatan, dan ke Semarang.(une)