batampos.co.id – Jumlah angkatan kerja di Kep-ri pada Agustus 2019 mengalami peningkatan sebesar 3,61 persen dibandingkan Agustus 2018. Angkatan kerja itu terdiri dari penduduk yang bekerja dengan yang masih menganggur.

”Angkatan kerja di Kepri 2019 mencapai 1.005.161 orang. Terdiri dari penduduk bekerja 935.682 orang dan pengangguran 69.479 orang. Sedangkan Agustus 2018, angkatan kerja hanya 970.132 orang,” sebut Kepala Bidang Statistik Sosial, Satriana Yasnuarto, Sabtu (9/11/2019).

Jika dilihat lebih detail lagi keadaan ketenagakerjaan di Kepri, pada Agustus 2019 penambahan angkatan kerja mencapai 35.029 orang, terdiri dari penduduk yang bekerja bertambah 34.663 orang dan pengangguran bertambah 366 orang.

Sedangkan jumlah penduduk yang bekerja pada tiap kategori lapangan didominasi sektor industri pengolahan sebesar 23,80 persen dan sektor perdagangan sebesar 17,30 persen.
Peningkatan angkatan kerja ini di satu sisi menggambarkan adanya penambahan jumlah tenaga kerja di berbagai bidang, namun di sisi lain juga menggambarkan ketatnya persaingan kerja, sehingga masih menyisakan pengangguran.

Lihat saja kawasan Multi Hall Purpose Batamindo (MPH), Mukakuning, yang setiap harinya selalu dipadati pencari kerja dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlah pencari kerja di Batam cukup tinggi, setiap harinya ada ratusan pencari kerja memadati aula tersebut. Namun, lowongan kerja yang tersedia terbatas.

”Ketika ada lowongan, jumlah pencaker di sini jauh lebih banyak,” ucap Fajar Ibel, Pencaker asal Batam, Sabtu (9/11).

Ia bersama rekannya tak menampik kabar kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) 2020 yang diproyeksikan menembus angka Rp 4,1 juta, membuat pencaker berbondong-bondong ke Batam. Akibatnya, persaingan kerja semakin ketat.

”UMK naik, otomatis persaingan kerja makin ketat. Kami harus lebih aktif mencari,” ujar pria lulusan teknik mesin tersebut.

Hal senada diutarakan salah satu pencaker, Syanti, 22. Ia mengaku susah mendapatkan kerja karena persaingan makin ketat. Namun, ia berharap Disnaker Kota Batam membuka bursa kerja, agar peluang bekerja semakin terbuka lebar.

”Semoga bursa kerja itu bisa membantu kami,” ucap wanita lulusan SMA ini.
Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti, menyebutkan jumlah pencaker yang ada saat ini tidak jauh dari tahun lalu. Kekurangan pencari kerja adalah tidak memiliki keahlian yang dibutuhkan perusahaan.

Khusus untuk dunia industri, kesempatan kerja selalu ada, namun banyak yang tidak bisa memenuhi persyaratan.

”Hal ini menyebabkan pencari kerja semakin banyak. Keadaan ini tidak bisa terhindarkan karena gelombang pencaker selalu masuk. Apalagi UMK mau naik,” ungkapnya. (leo)