batampos.co.id – Media sosial Facebook meminta maaf kepada perusahaan media online Singapura, The Independent, setelah mereka memblokir beberapa unggahan yang disebarkan ke Facebook. Dalam permintaan maaf tersebut, Facebook mengakui kesalahan pemblokiran tapi membantah kebijakan tersebut bukan bagian dari upaya membungkam pidato politik.

Sehari sebelumnya, The Independent Singapura melaporkan Facebook ”secara sewenang-wenang menghapus” semua unggahan mereka pada pukul 9 pagi, Kamis (7/11) lalu.

Facebook beralasan pemblokiran dilaksanakan karena kekhawatiran mereka kepada ”blok yang lebih luas pada materi politik”.

”Berbagai unggahan kami ditandai sebagai spam atau melanggar standar komunitas yang diterapkan Facebook,” ungkap Juru Bicara The Independent Singapura seperti dilansir dari Channel News Asia, Jumat (8/11).

Selain berita, beberapa kon-ten yang diblokir Facebook di antaranya foto adik Perdana Menteri Lee Hsien Loong, Lee Hsien Yang, serta sekretaris jenderal Partai Kemajuan Si-ngapura, Dr Tan Cheng Bock.

The Independent Singapore juga mengklaim bahwa Facebook telah menolak iklan politik oleh Transitioning.org, yang dijalankan oleh aktivis Gilbert Goh.

”Kami menduga ini bisa jadi permintaan blocking dari beberapa untuk menyebarkan materi politik yang kami beritakan, mengisolasinya. Kami bingung tidak ada alasan konkret dari Facebook terkait hal ini selain alasan spam,” ungkapnya.

Penerbit Kumaran Pillai meminta kesabaran pembaca ketika mereka mencoba memilah masalah ini.

”Kami saat ini menghadapi beberapa masalah pada halaman Facebook TISG kami (The Independent Singapore) pada pagi ini. Semua konten kami dari situs web telah dihapus dan saya telah mena-nyakan FB tentang hal ini,” tulisnya di halaman Facebook-nya sendiri.

”Blok diberlakukan sekitar pukul 9 pagi hari ini (Kamis 7/11, red). Kami dapat meng-unggah konten sebelum itu,” imbuhnya.

Unggahan Facebook mulai muncul lagi di halaman The Independent Singapore sekitar pukul 20:10 pada hari Kamis. Menanggapi pertanyaan, Facebook mengatakan pada hari Jumat bahwa insiden itu adalah ”kesalahan” dan bahwa tautan ke situs web The Independent Singapura diblokir karena kesalahan.

”Ini adalah kesalahan kami dan bukan upaya untuk membungkam pidato politik apa pun, yang kami bekerja keras untuk pertahankan. Tautan ke situs web Independent Singapore diblokir dari Facebook karena kesalahan, dan kami telah memperbaiki masalah ini. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” kata juru bicara Facebook. (*)