batampos.co.id – Anggaran BP Batam pada 2020, sudah disahkan melalui Surat Menteri Keuangan (Menkeu) Nomor S-704/MK.02/2019. Jumlah Rp 2,2 triliun dan disahkan pada 26 September 2019 lalu.
Anggaran tahun depan jauh lebih besar dari anggaran tahun 2019 yang sebesar Rp 1,8 triliun.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan dengan anggaran tersebut, BP akan merancang sejumlah program kerja prioritas dalam kurun waktu dua tahun mendatang.
“Pertama, penyederhanaan perizinan lahan dan lalu lintas barang. Kedua, revisi Perpres tentang tata ruang. Ketiga, Pengembangan Batam sebagai Logistik Base. Keempat, Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus. Kelima, Penyiapan pemenuhan kebutuhan Air. Keenam, Pengembangan transportasi massal,” kata Rudi baru-baru ini.

Anggaran tersebut juga akan digunakan unutk sejumlah kegiatan pengembangan infrastruktur.
“Rencana pengembangan Bandara Hang Nadim dan Pelabuhan Laut sebagai hub distribusi dan logistik, serta dana pendamping proyek bantuan luar negeri, the Development ofSewerage System in Batam Island, Pembangunan Sistem Pengolahan Limbah Domestik Batam, belanja operasional, serta peningkatan infrastruktur yang ada,” jelasnya.
Selain pengembangan infrastruktur, BP juga memiliki empat roadmap untuk tahun 2020 hingga 2004.
Roadmap pertama yakni mengembangkan industri manufaktur yang memiliki nilai tambah tinggi seperti industri smartphone dan teknologi informasi.
Kedua, Industri Jasa, seperti maintenance and overhaul (MRO) pesawat dan kapal, shipyard dan shipbuilding, pengembangan jasa kesehatan dan pendidikan internasional serta financial services.
Ketiga, LogisticHub, seperti transshipment, e commerce, warehouse dan infrastructurelink dan.
Keempat. Pariwisata yang berfokus pada penciptaan objek wisata dan pengembangan industri kreatif.(leo)
