batampos.co.id – Pemko Batam memastikan kondisi kubah Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Batam baik-baik saja.

Hal ini menyusul adanya masukan dari warga yang menyebut seolah ada rembesan air sehingga membuat gambar awan pada kubah kurang menarik.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Batam, Suhar, menegaskan, kubah masjid terlihat seolah lembab karena memakai kalsiboard per lembar.

Sehingga, saat dicat ada perbedaan ketebalan antara sambungan dan bukan sambungan.

”Intinya bayangannya tetap masih kelihatan. Kalau bocor enggak mungkin itu penutup atap enamel dilapisi lagi dengan underlayer zincalum,” tegas Suhar, Minggu (10/11/2019).

Bahkan, pihaknya secara rutin mengecek masjid yang kini jadi salah satu ikon dan kebanggan warga Batam tersebut.

Warga Kota Batam yang berkunjung ke Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah menyebut seolah ada rembesan air sehingga membuat gambar awan pada kubah di bagian dalam masjid kurang menarik. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Saya setiap hari di sana saat hujan lebat dan bisa dipastikan tak ada satupun yang bocor di ruang utama kubah/dome itu. Ada gradasi warna juga maka yang paling atas birunya lebih gelap,” papar dia.

Menurut dia, penyempurnaan kubah masjid akan terus dilakukan alias tidak berhenti dengan kondisi sekarang.

Hal ini dilakukan seiring penyempurnaan masjid, termasuk dilakukan tahun 2020 mendatang.

”Pada kubah contohnya, masih banyak mau digambar. Semua akan kita full-kan. Masih banyak kaligrafi dari atas sampai ke bawah,” terangnya.

Tidak hanya itu, sepanjang mihrab juga akan dibubuhi kaligrafi asmaul husna. Juga dipercantik layar LED.

Ruang utama salat akan menjadi ruangan tertutup dilengkapi AC, juga kaca patri warna-warni.

”Begitu selesai pengesahan APBD 2020 kita akan segera lelangkan,” ucap dia.(iza)