batampos.co.id – Kelangkaan gas elpiji tiga kilogram kian menjadi di Batuaji dan Sagulung.

Sebelumnya pangkalan yang kehabisan stok, namun saat ini gas 3 kilogram juga hilang di pedagangan eceran.

Warga semakin kewalahan sebab tak ada alternatif lain untuk mendapatkan stok gas tersebut.

“Habis semua. Eceranpun tak ada lagi. Saya sudah keliling sampai ke Genta sana pagi ini tapi tak ada,” ujar Santi, warga Marina, Selasa (12/11/2019).

“Di rumah sudah benar-benar kosong gas. Bingung mau masak pakai apa?,” paparnya.

Kelangkaan gas melon itu dianggap masyarakat seperti penyiksaan. Itu karena masyarakat dihadapkan dengan situasi yang sulit. Sebab tak ada pilihan lain untuk menggantikan kompor gas.

Tim dari Pertamina Cabang Kepri saat melakukan sidak pangkalan dan mendapati pembeli gas melon dalam jumlah banyak di wilayah Sagulung dan Batuaji, Jumat (8/11/2019) lalu. Foto: Galih Adi Saputro/batampos.co.id

“Entah apa maksud dan tujuan dari semua ini. Dulu pakai kompor minyak disuruh ganti pakai gas. Sekarang sudah semua beralih ke gas, gasnya malah langka,” tuturnya.

“Benar-benar menyiksa. Anak sudah mau pulang dari sekolah, makanan belum siap (masak). Bingung mau ngapain,” keluh Santi lagi.

Pantauan batampos.co.id di lapangan, hampir sepanjang hari kemarin, warga cukup ramai keliling membawa tabung gas kosong.

Warga mondar mandir dari satu perumahan ke perumahan lain untuk mendapatkan pasokan gas. Ada yang kebagian namun lebih banyak yang pulang dengan tabung kosong.

Pihak pangkalan saat dikonfirmasi menuturkan kelangkaan ini terjadi karena pasokan dari agen berkurang.

Pengurangan tanpa ada alasan yang pasti ini mencapai 50 persen dari kuota normal. Pangkalan yang biasa dapat diatas 100 tabung, kini hanya sekitar 50 tabung.

Jumlah ini tentu tidak seimbang dengan kebutuhan gas untuk masyarakat di sekitar pangkalan.

Belum lagi dengan pedagang kaki lima yang membeli lebih dari satu tabung untuk kelancaran usaha mereka seperti warung ayam penyet dan lain sebagainya.(eja)