Perlahan tapi pasti, ekonomi Kepri makin membaik. Tentu ini kabar baik bagi semua masyarakat Kepri.

Kepri belum juga bisa move on dari situasi ekonomi sulit. Belum terkereknya pertumbuhan ekonomi diduga menjadi salah satu penyebabnya. Belum lagi persoalan ruwetnya regulasi yang dikeluhkan sejumlah pelaku usaha, yang sudah bukan menjadi rahasia lagi. Makin menjadi-jadi.

Namun kabar baik datang dari Plt Gubernur Kepri, Isdianto, Rabu (6/11) lalu. Saya bersama manajemen Batam Pos dibuat happy tatkala ekonomi Kepri dilaporkan mengalami pertumbuhan lumayan. Lebih tepatnya dari 4,6 persen pada September, menjadi 4,8 persen pada Oktober 2019.

Bukan simasalabim. Butuh proses dan upaya yang tidak mudah. Meski belum mampu menembus angka 5 persen, namun upaya Isdianto dan jajarannya di Pemprov Kepri dalam mendorong pembangunan segala sektor di daerah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi tidak sia-sia. Ini harus kita apresiasi.

Yang menarik, hasil tersebut tidak lantas membuat Isdianto menepuk dada. Adik kandung dari (alm) Muhammad Sani, mantan Gubernur Kepri itu justru menyebut jika, keberhasilan pemerintah mengerek pertumbuhan ekonomi tak terlepas dari peran berbagai pihak. Mulai dari pelaku usaha, masyarakat, hingga media.

Pada hal ini, saya tidak pada menyoroti soal berapa persen pertumbuhan ekonominya. Namun lebih kepada upayanya saja. Bagi saya, ini adalah sebuah optimisme. Artinya, pertumbuhan ekonomi masih bisa digenjot. Sehingga dapat mengerek perekonomian Kepri yang notabene berada di jalur lalu lintas laut terpadat di dunia, Selat Malaka.

Mendorong pembangunan dalam rangka menumbuhkan perekonomian memang terus dilakukan. Namun perlu selaras dengan regulasi yang baik. Ketika negara lain bisa menyelesaikan perizinan hanya dalam tempo 1-3 hari, mestinya kita juga bisa.

Apalagi, Presiden Joko Widodo sudah mewanti-wanti anak buahnya di jajaran Kabinet Indonesia Maju untuk menyederhanakan regulasi dan memangkas birokrasi. Tinggal kita tunggu realisasinya. Semoga apa yang disampaikan presiden bukan janji politik belaka. Melainkan sebuah keniscayaan.

Kita semua tentu sangat berharap ekonomi Kepri makin tumbuh. Bahkan bisa kembali berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional seperti yang dulu-dulu. Sehingga, Kepri punya nilai tawar lebih di banding negara-negara tetangga yang berada di area sama.

Untuk merealisasikannya memang tidak mudah. Butuh kerja keras dan kerja sama dari semua pihak. Pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan seluruh stake holders harus berjalan beriringan untuk mencapai apa yang kita cita-citakan. *