batampos.co.id – Beberapa hari terakhir, kondisi udara Batam diselimuti asap. Kondisi ini paling terlihat pada sore hari.
Ardi, warga Batam Center, mengatakan sudah tiga hari melihat udara Batam tak cerah dan cenderung berasap.
Namun bedanya, asap kali ini tak berbau atau membuat sesak napas seperti beberapa bulan lalu.
”Mata terasa perih, cuma asapnya tak berbau,” ujar Ardi.
Menurut dia, ketebalan asap makin terlihat pada sore hari. Apalagi, warna matahari terlihat tak seperti biasanya.
”Warna merah matahari itu beda. Apa Batam dapat kiriman asap lagi ya,” tanya Ardi.

Tak hanya itu, Ardi juga merasa hawa udara di Batam lebih panas dari biasanya. Bahkan, ia kerap merasa gerah saat berada di dalam ruangan.
”Di dalam rumah saja bisa keringatan, hawa udaranya itu beda, mungkin karena asap,” ungkapnya.
Kasi Data dan Informasi BMKG Hang Nadim Batam, Suratman, mengatakan dilihat dari pantauan satelit BMKG Batam, tak terlihat adanya tanda-tanda asap di Batam.
Pihaknya juga memantau tak ada kiriman asap dari daerah lain, ataupun adanya hotspot atau titik api di daerah Kepri, terutama Batam.
”Biasanya kalau ada asap, pasti langsung terlihat,” ujar Suratman.
Menurut dia, hawa panas yang melanda Batam disebabkan jarak matahari saat ini lebih dekat dengan bumi.
Sehingga menyebabkan udara lebih panas.
”Cuaca memang sedang panas, ditambah dengan hujan yang hanya turun lokal. Siang ini tercatat panas paling tinggi 32 derajat celcius,” katanya.(she)
