batampos.co.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam terus berupaya mencari sumber pembiayaan program pariwisata dari berbagai sumber, termasuk dari pemerintah pusat.
”Total kita dapat bantuan untuk 2020 sebesar Rp 8 miliar. Tidak khusus untuk promosi. Ini sudah termasuk DAK (Dana Alokasi Khusus), administrasi perkantoran dan lain-lain,” kata Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, Selasa (12/11/2019).
Ia mengatakan, anggaran tahun 2020 mendatang sama besarnya dengan tahun ini.
Hanya saja untuk poin DAK mengalami peningkatan dari tahun ini yang sebesar Rp 2,7 miliar, baik itu DAK fisik dan nonfisik.
”Bantuan dua tahun tersebut hampir sama. Kami terus menjaring bantuan dari pusat juga,” katanya.
Langkah ini dilakukan juga dalam rangka memaksimalkan pengembangan pariwisata.

Hal ini diakui mantan Kepala Bagian Humas Pemko Batam ini ketika ditanya perihal minimnya anggaran promosi wisata di lingkungan Pemko Batam.
Tidak hanya itu, lanjut dia, pariwisata tidak hanya terkait pemerintah, namun juga tugas semua pihak yang berkaitan dengan dunia pariwisata.
”Pariwisata bukan pemerintah saja tapi swasta, semua stakeholders untuk maksimalkan promosi, seperti pengelola destinasi wisata maupun hotel,” papar dia.
Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengaku, infrastruktur yang kini dibangun juga tak lepas dari upaya mengembangkan pariwisata.
Menurut dia, aksesibilitas yang memadai adalah poin penting menarik wisatawan.
”Ibarat anak gadis kalau dipercantik banyak orang yang suka,” pungkas Rudi.(iza)
