batampos.co.id – Kendati me­­ngalami perlambatan ekonomi dan dibayangi resesi pada 2020, Pemerintah Singapura tidak akan mengurangi kegiatan investasinya di Indonesia, terutama di Batam dan Bintan yang telah berlangsung 30 tahun.

“Sepanjang kami merasa nyaman membuka usaha di suatu tempat, maka kami akan berada di sana dan mengembangkan bisnis kami di sana,” kata Menteri Senior merangkap Men­teri Koordinator Keamanan Na­sional Singapura, Teo Chee Hean, Senin (16/11), saat berdialog dengan sejumlah jurnalis Indonesia, termasuk Batam Pos, di Hotel Grand Hyatt Si­ngapura.

Teo mengakui Singapura secara ekonomi kini menghadapi tantangan yang berat. Pertumbuhan ekonomi Singapura secara tahunan atau year on year di kuartal III-2019 dibandingkan kuartal III-2018 hanya tumbuh 0,1 persen.

Akan tetapi, situasi itu tak akan mengubah rencana investasi perusahaan-perusahaan Singapura di luar negeri. “Karena kami selalu melihat potensi untuk maju dan berkembang,” ujarnya.

Teo pernah menjabat wakil perdana menteri Singapura. Ia kenal dekat dengan sejumlah pejabat dan tokoh-tokoh penting Indonesia. Karena itu, ia memiliki pengetahuan yang luas tentang situasi dan konfigurasi politik-ekonomi Indonesia.

Menurut Teo, Batam tetaplah wilayah Indonesia yang punya tempat khusus di hati para investor Singapura. “Kami telah memulainya 30 tahun lalu di Batamindo. Sekarang kami mengembangkan Nongsa Digital Park. Investasi kami akan terus berkembang di Batam,” katanya.

F. Kementerian Kominfo Singapura untuk Batam Pos
MENTERI Senior merangkap Menteri Koordinator Keamanan Nasional Singapura, Teo Chee Hean (tengah), foto bersama para jurnalis Indonesia usai dialog di Hotel Grand Hyatt Singapura, Senin (11/11) lalu.

Menurut data Badan Pengusahaan (BP) Batam, hingga pertengahan 2019, total investasi Singapura di Batam mencapai 743 juta dolar Amerika. Selain mengembangkan industri manufaktur seperti yang telah berjalan selama ini, Singapura berencana membangun kerja sama di bidang pariwisata dengan Batam.

Polanya, kata Teo, bisa dengan menetapkan Bandara Changi di Singapura sebagai pintu kedatangan wisatawan dari berbagai negara di dunia ke Batam.

“Turis dari semua negara mendarat di Changi, setelah itu mereka bisa menetuskan perjalanan ke Batam dan Bintan,” katanya.(bal)