Selasa, 21 April 2026

Kepala SMK se-Kepri Ikuti Workshop Pengembangan Sekolah Vokasi 

Berita Terkait

batampos.co.id – Kepala SMK se-Kepri mengikuti workshop pengembangan sekolah vokasi dan penguatan program pendidikan empat tahun di SMKN I Batam, Rabu (14/11/2019).

Melalui workshop ini para kepala SMK dapat pembekalan terkait bagaimana wajah pendidikan SMK kedepannya yang sesuai dengan potensi di masing-masing sekolah.

Pembekalan disampaikan empat pemateri yang berkompeten. Diantaranya; Kadisdik Kepri Muhammad Dali, Direktur 7 Seameo, Gatot Hari Priowirjanto, Direktur Pembina SMK yang diwakili oleh analis pelaksana kurikulum pendidikan, Jahani dan Direktur Politeknik Negeri Batam yang diwakili pembantu Direktur I Bidang Akademik, Uuf Brajawidagda.

Workshop ini membahas bagaimana kualitas dan muttu pendidikan (SMK) mulai dari siswa hingga tenaga pengajar,” ujar Kepala SMKN I Lea Lindrawijaya selaku tuan rumah penyelenggara workshop, Kamis (14/11/2019).

“Sehingga sesuai dengan instruksi revitalisasi SMK dari Presiden,” jelasnya.

Harapannya seluruh SMK dapat mengembangkan program revitalisasi SMK yang berorientasi lulusan yang siap bersaing baik level nasional ataupun internasional.

“Makanya dalam workshop ini juga ada materi tentang gambaran pendidikan empat tahun yang tujuannya untuk mencetak lulusan yang siap bersaing,” tutur Lea.

Workshop pengembangan sekolah vokasi dan penguatan program pendidikan empat tahun di SMKN I Batam, Rabu (14/11/2019). Foto: Eja/batampso.co.id

Khusus untuk kelas empat tahun yang sudah dirintis sejak tiga tahun yang lalu, harus berkolaborasi aktif dengan pihak industri, pertukaran siswa, guru dengan sekolah vokasi di negara asean lainnya.

“Karena untuk pendidikan empat tahun ada formasi tiga plus satu dan tiga plus dua,” paparnya.

“Tiga plus satu sudah diterapkan termasuk di SMKN 1 ini yakni tiga tahun belajar di sekolah dan setahun magang di industri,” ujarnya lagi.

Kata dia, pola tiga plus dua akan segera diberlakukan. Dalam artian tiga tahun di sekolah dan dua tahun magang di industri.

“Untuk yang magang dua tahun ini diarahkan harus ke negara-negara Asean lain, seperti Malaysia, Filipina, Thailand, Brunai Darusallam, China, Vietnam dan Filipina yang sudah menjalankan program yang sama,” kataLea.

Direktur Seameo Sekretariat Bangkok, Gatot Hari Priowirjanto, menyambut baik workshop tersebut.

Harapan ke depan, Kepri yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga bisa lebih mudah berkerja sama dalam hal meningkatkan mutu pendidikan sesuai yang dicanangkan pemerintah.

“Bagus di sini karena lebih dekat dan mudah untuk berinteraksi. Semoga program-program yang dijalankan ini tercapai dengan baik,” katanya.(eja)

Update