batampos.co.id – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Karimun, memberikan penyuluhan kepada para pelajar tingkat SD dan SMP, pengelola kantin, guru sekolah dan pembimbing perlindungan anak di Pulau Kundur.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Kita Tingkatkan Pola Hidup Sehat Bagi Anak dan Remaja Menuju Generasi Sehat dan Sukses”.

”Penyuluhan ini lanjutan dari kemarin. Sebelumnya, kami laksanakan di Pulau Karimun kepada anak-anak pelajar maupun remaja. Bagaimana menciptakan pola hidup sehat bagi gene-rasi yang akan datang,” terang Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Disdalduk, KB, PP dan PA Karimun, Khairita, Rabu (13/11/2019).

Penyuluhan itu kata dia, sangat penting bagi pelajar maupun pengelola kantin di sekolah. Diawali dari pengelolaan, Usaha Kesehatan di Sekolah (UKS) yang harus dimiliki oleh setiap sekolah dengan tanggung jawab bersama.

Sehingga, bisa menjadi promotor untuk meningkatkan daya pikir anak yang cerdas dan berkualitas.

Foto bersama saat sosialisasi pentingnya pola hidup sehat bagi pelajar di Kecamatan Kundur Barat, Rabu (13/11/2019. Foto: DoKumentasi Disdalduk PP dan PA untuk Batam Pos

”Salah satunya UKS ini, bisa memberikan contoh bagaimana pola hidup sehat di lingkungan sekolah,” ujarnya.

“Supaya, bisa terciptanya lingkungan yang kondusif, bebas dari polusi, narkoba, kenakalan remaja dan sebagainya,” katanya lagi.

Melalui program hidup sehat ini bagaimana para pelajar maupun remaja tersebut dapat memilih berbagai jenis makanan yang sehat.

Agar, para pelajar maupun remaja benar-benar mendapatkan informasi bagaimana menerapkan kebiasaan hidup sehat ke depannya.

Sehingga, bisa mencegah anak dari bahaya narkoba, kecanduan bermain gadget, bullying, dan pergaulan bebas.

”Mulai sejak sekaranglah, kita berikan edukasi tentang pola hidup sehat dan bisa disampaikan kepada orangtua, maupun teman-temannya nanti,” tuturnya.

Kegiatan tersebut, menghadirkan narasumber dari pihak Dinas Kesehatan, kecamatan dan Disdalduk, KB, PP dan PA Karimun.

Penyuluhan dilaksanakan selama dua hari yaitu Kecamatan Kundur Barat digabung dengan Kecamatan Kundur Utara di kantor camat.

Sedangkan, di Kecamatan Kundur juga digabung dengan Kecamatan Ungar dan Belat yang berlokasi di aula Rumah Makan Dua Putri Kundur dengan total keseluruhan peserta mencapai 150 orang.

”Jari lima ini, sebagai simbol perlindungan anak. Meliputi, merupakan simbol penolakan terhadap sesuatu hal yang bersifat negatif bagi anak-anak,” jelasnya.

“Dan nanti kita berikan sertifikat bagi pengelola kantin, serta penghargaan bagi peserta,” tegasnya.(tri)