MENLU Singapura, Vivian Balakrishnan, menyampaikan sikap dan pandangan terkait penggabungan kepemimpinan BP-Pemko Batam saat dialog dengan wartawan Indonesia di Kantor Kementerian Luar
Negeri Singapura, Rabu (13/11/2019).

batampos.co.id – Pemerintah Singapura berharap penyatuan kepemimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam dengan Pemko Batam, yang berlangsung sejak September lalu, dapat segera mengatasi kebingungan investor dalam menjalankan usahanya di Pulau Batam.

“Dua sistem dari dua lembaga yang berbeda yang ber­jalan selama ini, sangat mem­bingungkan,” kata Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, saat bertemu jurnalis Indonesia, termasuk Batam Pos, di Kantor Kementerian Luar Negeri Singapura, Rabu (13/11).

Selama ini, menurut Vivian, dualisme dalam pengelolaan Pulau Batam jadi batu sandu-ngan bagi masuknya investasi baru, terutama dari Singapura.

Karena itu, ia menilai positif keputusan Pemerintah In­donesia menyatukan kepemimpinan di Batam.

“Itu sinyal yang bagus untuk dunia usa­ha dan perkembangan investasi di Batam,” katanya.

Namun demikian, Vivian me­negaskan, keputusan itu baru langkah awal. Lebih da­ri itu, kata dia, yang diperlukan adalah pembuktian dalam bentuk aksi yang konkret.

“Itu semua harus direalisasikan,” katanya.

Vivian menegaskan komitmen Singapura untuk terus menanamkan modal di Pulau Batam.

“Batam adalah wila­yah Indonesia yang paling dekat dengan Singapura. Banyak warga kami yang berkunjung ke sana. Kami juga sudah berinvestasi di sana lebih dari 25 tahun. Kami berharap Batam terus mengalami kemajuan,” ujarnya.

Vivian adalah pejabat Singapura yang hadir pada peresmian Nongsa Digital Park dua tahun lalu bersama Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi. Ia me­ngaku selalu memantau perkembangan kemajuan proyek industri digital tersebut.

Di samping membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi Batam, kehadiran Nongsa Digital Park juga akan mendorong digitalisasi industri di Batam secara keseluruhan, dan membuat kegiatan ekonomi lebih efisien.

“Akan banyak perusahaan baru masuk di Nongsa Digital Park. Salah satunya dari Taiwan. Itu akan jadi pusat industri digital yang besar di Indonesia,” katanya.

Bagi Singapura, stabilitas keamanan dan politik Indonesia sangat penting. “Kami ingin Indonesia selalu aman. Dan itu baik untuk Singapura,” katanya.

Singapura, kata Vivian, selalu yakin Indonesia -yang sudah mengalami kemajuan besar dalam demokrasi 20 tahun terakhir- juga akan mencapai kejayaan di bidang ekonomi.

“Ini bukan hanya cakap (ba­sa-basi) saja, tapi kami sudah membuktikannya. Kami me­nanamkan duit yang banyak di Indonesia. Kami adalah investor terbesar di Indonesia saat ini,” katanya. (bal)