batampos.co.id –  Gerhana matahari cincin yang akan terjadi pada 26 Desember mendatang diprediksi akan menjadi magnet wisatawan mancanegara (wisman) untuk berkunjung ke Batam.

Fenomena alam yang terjadi tiap 250 tahun sekali ini, akan melewati Batam dan akan berlangsung selama 3 menit 40 detik.

”Gerhana itu merupakan momentum 250 tahunan yang tak mudah didapat, tapi nanti lewati Batam,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, di Grand Batam Mall, Kamis (14/11/2019).

“Itu merupakan event dan momen tertentu yang akan ada lompatan untuk peningkatan wisman di akhir tahun,” ujarnya lagi.

Selain Batam, kota di Kepri yang akan dilewati gerhana matahari cincin yakni Tanjungbalai Karimun dan Tanjungpinang.

Puncak gerhana matahari cincin akan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, sedangkan di Wilayah Indonesia Tengah (WITA) akan terjadi sekitar pukul 14.00 WITA.

Hanya 93-94 persen bagian matahari yang tertutup bulan, sehingga cahaya berpendar dari piringan matahari terlihat menyerupai cincin.

Berbeda dengan puncak gerhana matahari total yang dapat dilihat dengan mata telanjang, maka proses hingga puncak gerhana matahari cincin tidak dapat disaksikan dengan mata telanjang, karena dapat merusak mata.

Karenanya, masyarakat dilarang menyaksikan gerhana matahari cincin tersebut secara langsung tanpa kacamata khusus untuk melihat gerhana matahari.

Gerhana matahari cincin. Fenomena alam ini akan terjadi di Kota Batam pada 26 Desember 2019 dengan durasi 3 menit 40 detik. Foto: Jawa Pos

Amsakar yakin, akan banyak kunjungan wisman ke Batam untuk dapat menyaksikan momen langka ini.

Hingga September 2019, jumlah kunjungan wisman ke Kepri sudah mencapai angka 1.888.796 kunjungan.

Batam sendiri berkontribusi sebesar 67,49 persen dari jumlah tersebut, jumlahnya 1.357.511 kunjungan.

Sedangkan target kunjungan wisman ke Kepri yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata harus mencapai 2,4 juta kunjungan.

”Tren pariwisata di Batam ini tak bisa dihitung dari bulan ke bulan, karena ada event dan momen tertentu yang bisa menjadi lompatan jumlah kunjungan wisman,” ungkapnya.

Selain gerhana matahari cincin, event wisata seperti Kepri Coral kemarin cukup banyak menarik minat wisman untuk berkunjung ke Batam.

”Baru kemudian saat festival bahari banyak mengundang tamu dari berbagai negara,” ungkapnya lagi.

Meskipun begitu, Amsakar pada awalnya tidak yakin bahwa target 2,4 juta dapat tercapai.

”Saya tidak optimistis, karena target ini diberikan dari pusat, sehingga kami lakukan berbagai cara, termasuk menggelar program great sale. Saya tidak optimistis, tapi saya yakin dapat tembus,” jelasnya.

Dari jumlah kunjungan turis yang mencapai 1,8 juta kunjungan tersebut, wisman asal Singapura berkontribusi sebesar 47,07 persen.

Dalam angka, jumlah kunjungan wisman dari negeri jiran tersebut mencapai 905.705 kunjungan.

Dengan kata lain, Singapura adalah penyumbang wisman terbesar ke Kepri. Tapi sayangnya saat ini, perekonomian Singapura tengah diambang resesi sehingga dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan jumlah kunjungan wisman.

”Pada kenyataannya, tren kunjungan wisata justru meningkat. Sehingga saya pikir resesi Singapura itu tak ada pengaruhnya. Sebab lainnya, yakni karena tren kunjungan wisman asal Uzbekistan juga meningkat ke Asia Tenggara,” ungkapnya.(leo)