batampos.co.id – Bin container sampah di Batam sangat minim. Tercatat hanya ada 112 unit bin container yang ada di sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang kondisinya masih layak.

Padahal untuk kebutuhan Batam minimal harus 200 bin container. Dari data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bin container yang masih dalam kondisi baik tersebar di sembilan kecamatan yang ada di mainland.

Yakni di Sekupang 16 unit, di Nongsa 13 unit, di Bengkong 11 unit, Sagulung 11 unit, Batuaji 11 unit, Batuampar 10 unit, Batam Kota 19 unit, Lubukbaja 10 unit dan di Seibeduk 11 unit.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Herman Rozie, mengatakan, selain kondisi yang masih bagus, ada sekitar 32 unit bin container yang sudah rusak ringan.

Sementara yang sudag rusak ada 69 unit dan kini sudah terduduk di TPA Punggur.

“Lain lagi kalau bin container yang melekat di armada. Itu jumlahnya ada sekitar 38 unit. Jadi dengan jumlah semua itu, artinya bin container masih butuh banyak,” katanya.

Bin container sampah Kota Batam sangat minim. Rencananya pada 2020, DLH akan menambah jumlah bin container. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Ia mengatakan, di 2020 mendatang, pihaknya sudah menganggarkan untuk pembelian 20 bin container. Di mana satu bin container harganya sekitar Rp 44,5 juta.

“Jadi yang dianggarkan 2020 itu hanya 20 unit saja. Dan kita berharap tahun-tahun berikutnya bisa bertambah,” katanya.

Meski jumlah bin conatiner berkurang, tetapi pengangkutan sampah sejauh ini tidak ada masalah.

TPS di semua kecamatan pun sejauh tidak ada kendala meski diakui, bahwa jumlah TPS pun masih kurang.

“Kalau dibilang kurangm ya tetap kurang. Tapi intinya, apa yang ada sekarang kita maksimalkan sebaik mungkin. Pelayanan kepada masyarakat tetap kita utamakan,” ujarnya.

Sementara ketua komisi III DPRD Kota Batam, Werton Panggabean mengatakan, dengan anggaran yang terbatas saat ini, pembelian bin container memang tidak bisa langsung banyak.

Tetapi ia yakin dengan jumlah bin container yang ada sekarang pelayanan akan tetap maksimal.

“Jadi menurut saya tidak ada kendala. Kalau bin container yang masih rusak ringan masih bisa digunakan. Dan saya berharap untuk tahun 2021 mendatang jumlah pengadaan bin container ini akan semakin banyak,” katanya.

Terkait jumlah TPS yang terbatas, ia berharap ada koordinasi antara Pemko, BP Batam dan masyarakat.

“Jadi harus ada kesepahaman dan saling pengertian mengenai titik TPS ini. Intinya tugas kita bersama untuk menjadikan Batam menjadi kota yang rapi dan bersih,” katanya.(ian)