batampos.co.id – Jelang tutup tahun, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam baru mencapai 76,04 persen atau Rp 976,65 miliar dari target Rp 1,28 triliun.

Kepala BP2RD Batam, Raja Azmansyah mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penagihan aktif di semua sektor wajib pajak. Begitu juga dengan peningkatan pengawasan akan dimaksimalkan, khususnya dalam hal mencermati pelaporan wajib pajak.

”Kita masih tunggu hasil dua bulan ini (November dan Desember, red). Kami juga berusaha meningkatkan pengawasan dan mencermati pelaporanya,” kata Raja kemarin (17/11/2019).

Diakuinya, melihat dari realisasi saat ini, sektor hotel, restoran, dan hiburan masih optimis tercapai. Sementara untuk sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) agak berat. Salah satu alasannya, sektor ini sangat bergantung kepada daya beli masyarakat serta ekonomi makro.

Sementara itu, untuk pajak hotel dari yang ditargetkan Rp 132,5 miliar sudah terealisasi Rp 106,05 miliar atau 80,04 persen.

Begitu juga pajak restoran, dari target Rp 112,3 miliar terealisasi Rp 99,9 miliar atau 88,95 persen.

Pajak hiburan dari target Rp 38,9 miliar terealisasi Rp 91 persen.

Tapping box.
foto: batampos.co.id / william s

”Memang untuk sektor hotel, restoran, dan hiburan kita optimis akan tercapai. Namun agak berat di sektor BPHTB yang sangat tergantung dengan daya beli masyarakat dan ekonomi makro,” kata Raja lagi.

Wakil Ketua I DPRD Batam, Muhammad Kamaluddin menambahkan, Pemko Batam harus mampu memaksimalkan tapping box atau alat perekam transaksi daring di sejumlah wajib pajak. Keberadaan tapping box ini terbukti mampu menekan angka pendapatan dan sekaligus meminimalisir tingkat kebocoran.

Tapping box ini harus diperbanyak lagi, sehingga ke depan sudah terpasang di seluruh wajib pajak di Batam,” tambahnya.

Menurutnya, hal ini dianggap sangat penting karena dari pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Batam dan TAPD, tahun 2020 nanti Pemko menargetkan APBD Batam sebesar Rp 3,1 triliun, dengan jumlah PAD sebesar Rp 1,4 triliun.

”Kita harus sama-sama optimis tercapai. Sehingga apa yang kita rencana dan targetkan ini bisa terealisasi,” kata Kamaluddin. (rng)