batampos.co.id – Wakil Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kabupaten Lingga, Septiadi Syarza, telah melakukan survei terhadap sejumlah taman di Kabupaten Bunda Tanah Melayu.

Hasilnya taman-taman yang ada dinilai belum representatif bagi anak.

“Sejumlah Taman kota di Dabo Singkep tergolong baik dan bagus, namun jika diperuntukkan bagi anak, taman tersebut belum tergolong aman dan nyaman,” kata Septiadi saat ditemui di Dabo Singkep, Minggu (17/11/2019) pagi.

Selama dua pekan terakhir, ia bersama rekan komisioner KPPAD lainnya, Adi Sumantri melakukan survei.

Hasil survei tersebut membuktikan, pengunjung anak di taman di Dabo Singkep terus meningkat.

Padahal kondisi taman yang dekat dengan jalan tergolong bahaya bagi anak yang bermain di sana.

Selain itu, taman yang ada saat ini juga diisi oleh orang dewasa, tentunya terdapat aktivitas yang merugikan anak seperti kontaminasi asap rokok dan tayangan dari gadget yang dapat dilihat oleh anak di taman tersebut.

Anak-anak bermain di area permainan yang berada di Taman Tuah Madani, Kota Batam. Sama seperti Kota Batam, Kabupaten Lingga juga membutuhkan taman ramah anak. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Untuk itu, Septiadi mengharapkan Pemkab Lingga untuk menyediakan lokasi taman yang layak untuk anak.

“Apalagi Kabupaten Lingga telah mencanangkan kalau daerah ini sebagai daerah layak anak,” ujar Septiadi.

Dirinya menambahkan, ada sejumlah lokasi yang sangat layak dan representatif jika dijadikan taman layak anak.

Salah satunya di daerah bekas implesemen PT Timah yang saat ini dibangun oleh pemerintah. Lokasi lain yang layak yakni sebidang tanah yang ada di kawasan Kantor Disnaker.

Adi Sumantri menambahkan, jika telah tersedia taman yang layak untuk anak, KPPAD akan membuat program atau permainan rakyat yang dulu biasa dimainkan anak-anak.

Sehingga anak yang bermain di taman tersebut dapat lebih menggerakkan tubuh mereka dan jauh dari gawai.

“Berapa jam anak ada di taman itu, selama itu pula dia tidak bermain game atau HP. Orangtua yang ada di sana juga dapat diberikan penerangan terkait anak oleh petugas KPPAD,” ujar Adi.

Gagasan taman layak anak ini juga disambut baik oleh sejumlah orang tua. Mereka juga mengaku waspada saat anak mereka bermain di taman karena sangat dekat dengan jalan raya.(wsa)