batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menegaskan, Pemko Batam tidak akan menyerahkan pengelolaan Pasar Induk Jodoh kepada pihak swasta.

”Tidak akan kami serahkan ke swasta (pengelolaannya), kami akan kelola sendiri,” kata Rudi di Mega Legenda, Batam Kota, Minggu (17/11/2019).

Rudi tidak ingin ketika pasar itu diserahkan ke swasta, justru berpotensi akan memberatkan masyarakat Batam.

Pasalnya, jika dikelola swasta, otomatis pemerintah tak bisa ikut mengontrol sehingga dikhawatirkan harga barang-barang yang dijual jadi mahal.

Selain itu, para pedagang yang akan menempati pasar tersebut juga bisa dikenakan sewa mahal kelak.

”Pasti mahal kalau swasta yang kelola. Saya mau selamatkan masyarakat saya, tidak ingin mereka susah, termasuk pedagang,” papar dia.

Puing-puing bekas bangunan kios pedagang Pasar Induk, Jodoh pascapenertiban oleh Tim Terpadu Kota Batam, Kamis (31/10/2019). Foto: Cecep Mulyana/batam pos.co.id

Ia menyebutkan, pasar ini akan dibangun dalam dua tahun ketika proses revitalisasi dimulai.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam mengungkapkan, pembangunan Pasar induk Jodoh akan dimulai tahun 2020 mendatang.

”Ibarat hotel, pasar induk nanti bertingkat. Empat lantai. Paling bawah pasar basah, dua dan tiga yang kering, lantai empat untuk pujasera. Mohon doa biar terlaksana dengan baik,” imbuh dia.

Sebelumnya, Kepala Disperindag Batam Gustian Riau mengatakan, setelah pasar tersebut dibangun kembali, para pedagang yang semula sudah didata akan kembali berjualan di pasar ini.

Tidak hanya pedagang pasar induk sendiri, pasar ini akan diisi mantan Pedagang Kaki Lima (PK5) dari Jodoh Boulevard hingga sekitar Tos 3000.

”Kami data, semuanya ada 1.808 pedagang. Kalau nama sejak awal ada, akan masuk, di luar yang kami data tidak ada penambahan,” terangnya lagi.

Sementara itu, pemerintah pusat pernah menyanggupi bantuan anggaran bagi Pemko Batam untuk membangun pasar ini dengan menyiapkan anggaran sekitar Rp 200 miliar.  (iza)