batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam bertemu dengan kedutaan besar Belanda dan Kanada untuk membahas rencana pengembangan investasi di Batam.

Belanda berencana mengembangkan bisnis digital dan Kanada sektor infrastruktur dan pendidikan.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan dalam pertemuan dengan perwakilan dari dua negara, BP juga memaparkan perkembangan investasi di Batam.

“Khususnya perkembangan ekonomi digital di Nongsa, perkembangan sektor MRO di bandara, sektor kesehatan di RSBP Batam serta pengembangan logistik di Batuampar,” kata Dendi, Senin (18/11/2019) di BP Batam.

Dendi mengatakan, kesempatan bagi negara asing untuk terlibat dalam beberapa proyek infrastruktur di Batam bersifat terbuka.

Seperti pembangunan pelabuhan, jalan tol, light rail transit (LRT), serta pengelolaan air bersih.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Dendi Gustinandar (dua dari kanan) memberikan cenderamata kepada Kepala Bagian Perdagangan Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia, Michael Lazaruk. Foto: Dokumentasi BP Batam untuk batampos.co.id

“Kami yakin perwakilan negara Kanada memiliki kualifikasi dengan beberapa proyek Public Private Partnership (PPP),” kata Dendi.

Dalam kesempatan tersebut, kedutaan besar Belanda menawarkan diri untuk memfasilitasi pertemuan BP Batam dengan Pengusaha Belanda.

“Beliau yakin, banyak pengusaha Belanda di bidang maritim, aviasi dan manufaktur yang ingin berinvestasi di Batam,” jelasnya.

“Mereka pastikan akan mengikutsertakan BP Batam untuk bertemu dengan pengusaha Belanda dalam kegiatan business gathering,” ungkap Dendi.

Sedangkan dengan Kanada, selain tertarik dengan bidang infrastruktur, sektor kesehatan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi negara berwilayah kedua terluas di dunia tersebut.

“Kanada berharap Batam dengan perkembangannya mampu menjadi salah satu model daerah yang mempunyai terobosan, dan realisasinya harus dibarengi dengan kemudahan, serta kepastian investasi asing, khususnya bidang jasa,” pungkas Dendi.(leo)